TIGA PERKARA YANG TIDAK DAPAT DICAPAI DENGAN TIGA PERKARA
Discussant By: Khalid Nusardi
Bismillahirrahmanirrahim
Asaalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Pada tulisan kali ini kita akan membahas salah satu tajuk dalam
buku “Nasehat untuk hamba Allah” yaitu “Tiga Perkara Yang Tidak Dapat Dicapai
Dengan Tiga Perkara”. Semoga bahasan kita pada tulisan kali ini mendapat ridho
dan berkah dari Allah swt. Amiin ya robbal alamin.
Sebagaimana dalam buku “Nasehat untuk hamba Allah” pada judul “Tiga
Perkara Yang Tidak Dapat Dicapai Dengan Tiga Perkara” Karangan sekh Muhammad
Nawawi bin Umar Al-Jawi, disebutkan dari Abu Bakar As-Shiddiq r.a:
ثلاث لاتدرك بثلاث: الغنى
با المنى والشاب با لخضاب والصحة با لادوية
Artinya:
“Tiga Perkara tidak dapat dicapai engan tiga cara, yaitu: Kekayaan
tidak tercapai dengan lamunan, kemudaan tidak dapat tercapai dengan semiran
(menyemi rambut), dan sehat tidak tercapai dengan obat obatan”
Dalam
buku tersebut tertulis, Kekayaan tidak akan diraih dengan lamunan dan
angan-angan, tetapi dengan pembagian anugerah Allah swt. Kemudaan tidak dapat
diperoleh dengan me yemir rambut dan sejenisnya. Begitu pula dengan kesehatan
tidak bisa diperoleh dengan obat-obatan semata, melaikan dengan kesembugan dari
Allah swt.
Marilah
kita bahas ketiga perkara yang memiliki hubungan satu sama lain tersebut satu
persatu:
1.
Kekayaan Tidak Tercapai Dengan Lamunan
Banyak arti dan defenisi dari kekayaan, kekayaan merupakan salah
satu unsur penunjang kebahagiaan duniawi setelah kebahagiaan bathin, Artinya
kekayaan merupakan salah satu unsur dari penunjang kebahagiaan Lahiriyah. Banyak
dari kita orang-orang yang ingin memiliki harta kekayaan yang banyak, harta
kekayaan tersebut bisa berupa uang, benda berharga, kendaraan, tanah, dan
Aset-aset lainnya. Membayangkan bagaiman serba mudahnya kehidupan apabila
memiliki harta yang banyak, bisa mendirikan masjid untuk tempat ibadah, bisa
membantu orang lain dari segi finansial, bisa bersedakah, infaq, dan lainnya,
kemudian bisa melaksanakan ibadah haji dan umrah ke tanah suci al-Mukarromah,
namu semuanya sirna sekejap begitu saja ketika ada seseorang yang menepuk
pundakmu seraya menyapa “Hai Fulan, apa yang kamu fikirkan?”ternyata semua
kekayaan dan kemudahan itu hanya ada dalam angan angan belaka. Hal ini sejalan
teori ekonomi ‘jika ingin mendapatkan sesuatu harus mengorbankan sesuatu’
Kekayaan tak selalu memiliki orientasi yang negatif, seperti stigma
:orang kaya sombong, lupa daratan, mentang-mentang kaya dan lainnya. Kekayaan sangat
penting dalam agama islam, namun bukan perkara yang paling utama. Karena beberapa
kegiatan dan unsur ibadah yang harus dilakukan memerlukan hal ini sebagai media
pengantarnya. Selain itu, harta berhubungan dengan kekuasaan, dengan harta bisa
membantu seseorang untuk memperoleh kekuasaan dari jalan yang hak tentunya bukan
yang bathil. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam perkara pertama ini,
kekayaan tidak akan tercapai hanya dengan angan-angan atau lamunan, akan tetapi
perlu tindakan yaitu sebuah usaha untuk mendapatkannya. Sangat sedikit
orang-orang yang bisa kaya secara instant atau langsung, selebihnya perlu
perjuangan dan jalan yang panjang yang penuh dengan rintangan cobaan onak dan
duri untuk mendapatkannya, itupun setelah bertahun tahun berusaha terlebih
dahulu. Lamunan hanya akan sebatas lamunan, akan sirna seperti fatamorgana dala
sekejap mata. Yang terpenting dala hal itu adalah orientasinya juga. Lamunan cukup
sebagai pengantar rencananya saja.
2.
Kemudaan tidak tercapai dengan Semiran (Menyemir rambut)
Pada perkara yang kedua ini, kemudaan tidak tercapai dengan semiran
adalah sebuah majas, ada makna yang sebenarnya dari hal tersebut, yaitu
kemudaan atau awet muda, atau kecantikan dan ketampanan tidak akan tercapai
hanya dengan make up, semiran, perawatan dan segala macam. “Bagaimana tidak? Kan
zaman sekarang ada operasi plastik?” jika muncul argumen seperti itu dalam
benak pembaca maka akan saya coba luruskan. Orientasi dari perkara yang kedua
ini bukanlah tentang bagaimana cara mewujudkan kecantikan rupawan itu, akan
tetapi orientasinya adalah bagaimana tentang mempertahankan kemudaan tersebut. Mempertahankan
kemudaan dalam hal ini adalah nyata tidak akan bisa. Karena kemudaan berbanding
lurus dengan usia. Semakin laun usia seseorang semakin jauh kemudaan
meninggalkannya. Lalu bagaimana dengan operasi plastik dan perawatan yang tadi?
Kedua hal tersebut hanya akan melapisi dan memberikan kemudaan sementara,
kenyataannya usia dan kulit dibalik perawatan tersebut sadar akan waktu akan
dirinya. Akan tetapi sebagian dari jiwa dan akal yang di amanahkan darinya tidak
menyadari hal itu dan terus mencoba menghindari penuaan tersebut. Penuaan bukan
hanya pada konteks kulit wajah, akan tetapi kekuatan, pandangan, pencernaan,
dan seluruh tubuh akan serentak mengalami penurunan kualitas produktivitasnya. Pandangan
akan mulai kabur, kekuatan mulai berkurang, tulang belulang mulai renta, dan
sebagainya.
Bukankah hal ini sudah bisa menjadi bukti konkrit bagi kita dunia
ini fana, lunturnya kemudaan adalah bukti bahwa tidak ada yang abadi dalam
dunia. Segala hal yang ada di atas alam semesta ini seyogyanya akan musnah dan
sirna. Tiada satupun unsur yang kekal abadi, yang ada hanya unsur yang berumur
panjang, itupun hanya sebagian kecil, sebagian besar darinya justru singkat
umurnya. Lagi pula, muda ataupun tua tidaklah mempengaruhi kapan datangnya
ajal.
3.
Sehat Tidak Tercapai Dengan Obat Obatan
Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dan keinginan semua insan
dimuka bumi. Tidak akan ada yang mau menanggung sakit dalam jangka waktu yang
lama jika seandainya ada kesempatan memilih. Pada hakikatnya kesehatan adalah
salah satu bagian kecil dari karunia Allah yang maha Banyak. Sesungguhnya
kesehatan dan kesembuhan berasal dari Allah swt. Jika demikian apa peran dari
obat-obatan atau makanan dan minuman yang kaya akan gizi itu? Sebenarnya jika dikaji
lebih dalam, obat, makanan dan minuman yang bergizi hanyalah sebuah media atau
jembatan bagi karunia allah yaitu kesehatan. Selain itu kedua hal tersebut
merupakan salah satu jalan usaha ataupun ikhtiar dari seseorang. Jika kita
ingin mendapatkan sesuatu tentunya kita harus melakukan sesuatu.
Kesehatan adalah dambaan semua orang. Tidak sedikit orang yag
hampir mengorbankan segalanya demi menjaga atau mendapatkan kesehatan yang ia
dambakan. Selain dalam konteks ikhtiar harus ada juga pasrah dalam hal ini. Tetap
yakin bahwa hakikat dari kesehatan itu datangnya dari allah swt. Bukan hanya
itu, sakit pula berasal dari allah swt, sakit tersebut datang dengan membawa kemungkinan,
bisa jadi meruapakan ujian, bisa jadi merupakan hukuman, dan yang paling indah
dari itu semua adalah sakit itu allah datangkan pada hakikatnya adalah untuk
menghapus dosa. Sebagaimana disebutkan dalam hadist rasulullah saw:
لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فإذا أُصِيبَ
دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عز وجل
Artinya:
Setiap penyakit ada obatnya, jika obat itu sesuai dengan
penyakitnya, akan sembuh dengan izin Allah Azza wajalla,”(HR.Muslim¬,no:2204)
Dan dalam
hadist yang lain:
“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus,
kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang
menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no.
2573).
Demikian
pembahasan kita kali ini, marilah kita sama-sama meningkatkan ketaqwaan kepada
allah swt. sesungguhnya tiada yang lebih baik dari itu. Semga pembahasan kali
ini mendapatkan berkah dari Allah swt dan bermanfaat bagi pembaca sekalian dan
orang lain serta diri penulis tentunya. Wabillahi taufik wal hidayah.
Wasaalamualaikum
warahmatullahi wabarakatuh.
#kkldriainpsp2020
#iainpadangsidimpuan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar