Cari Blog Ini

Minggu, 02 Agustus 2020

TIGA PERKARA YANG TIDAK DAPAT DICAPAI DENGAN TIGA PERKARA

TIGA PERKARA YANG TIDAK DAPAT DICAPAI DENGAN TIGA PERKARA

Discussant By: Khalid Nusardi

 

Bismillahirrahmanirrahim

Asaalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Pada tulisan kali ini kita akan membahas salah satu tajuk dalam buku “Nasehat untuk hamba Allah” yaitu “Tiga Perkara Yang Tidak Dapat Dicapai Dengan Tiga Perkara”. Semoga bahasan kita pada tulisan kali ini mendapat ridho dan berkah dari Allah swt. Amiin ya robbal alamin.

Sebagaimana dalam buku “Nasehat untuk hamba Allah” pada judul “Tiga Perkara Yang Tidak Dapat Dicapai Dengan Tiga Perkara” Karangan sekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi, disebutkan dari Abu Bakar As-Shiddiq r.a:

ثلاث لاتدرك بثلاث: الغنى با المنى والشاب با لخضاب والصحة با لادوية

Artinya:

“Tiga Perkara tidak dapat dicapai engan tiga cara, yaitu: Kekayaan tidak tercapai dengan lamunan, kemudaan tidak dapat tercapai dengan semiran (menyemi rambut), dan sehat tidak tercapai dengan obat obatan”

Dalam buku tersebut tertulis, Kekayaan tidak akan diraih dengan lamunan dan angan-angan, tetapi dengan pembagian anugerah Allah swt. Kemudaan tidak dapat diperoleh dengan me yemir rambut dan sejenisnya. Begitu pula dengan kesehatan tidak bisa diperoleh dengan obat-obatan semata, melaikan dengan kesembugan dari Allah swt.

Marilah kita bahas ketiga perkara yang memiliki hubungan satu sama lain tersebut satu persatu:

1.      Kekayaan Tidak Tercapai Dengan Lamunan

Banyak arti dan defenisi dari kekayaan, kekayaan merupakan salah satu unsur penunjang kebahagiaan duniawi setelah kebahagiaan bathin, Artinya kekayaan merupakan salah satu unsur dari penunjang kebahagiaan Lahiriyah. Banyak dari kita orang-orang yang ingin memiliki harta kekayaan yang banyak, harta kekayaan tersebut bisa berupa uang, benda berharga, kendaraan, tanah, dan Aset-aset lainnya. Membayangkan bagaiman serba mudahnya kehidupan apabila memiliki harta yang banyak, bisa mendirikan masjid untuk tempat ibadah, bisa membantu orang lain dari segi finansial, bisa bersedakah, infaq, dan lainnya, kemudian bisa melaksanakan ibadah haji dan umrah ke tanah suci al-Mukarromah, namu semuanya sirna sekejap begitu saja ketika ada seseorang yang menepuk pundakmu seraya menyapa “Hai Fulan, apa yang kamu fikirkan?”ternyata semua kekayaan dan kemudahan itu hanya ada dalam angan angan belaka. Hal ini sejalan teori ekonomi ‘jika ingin mendapatkan sesuatu harus mengorbankan sesuatu’

Kekayaan tak selalu memiliki orientasi yang negatif, seperti stigma :orang kaya sombong, lupa daratan, mentang-mentang kaya dan lainnya. Kekayaan sangat penting dalam agama islam, namun bukan perkara yang paling utama. Karena beberapa kegiatan dan unsur ibadah yang harus dilakukan memerlukan hal ini sebagai media pengantarnya. Selain itu, harta berhubungan dengan kekuasaan, dengan harta bisa membantu seseorang untuk memperoleh kekuasaan dari jalan yang hak tentunya bukan yang bathil. Sebagaimana yang telah disebutkan dalam perkara pertama ini, kekayaan tidak akan tercapai hanya dengan angan-angan atau lamunan, akan tetapi perlu tindakan yaitu sebuah usaha untuk mendapatkannya. Sangat sedikit orang-orang yang bisa kaya secara instant atau langsung, selebihnya perlu perjuangan dan jalan yang panjang yang penuh dengan rintangan cobaan onak dan duri untuk mendapatkannya, itupun setelah bertahun tahun berusaha terlebih dahulu. Lamunan hanya akan sebatas lamunan, akan sirna seperti fatamorgana dala sekejap mata. Yang terpenting dala hal itu adalah orientasinya juga. Lamunan cukup sebagai pengantar rencananya saja.

 

2.      Kemudaan tidak tercapai dengan Semiran (Menyemir rambut)

Pada perkara yang kedua ini, kemudaan tidak tercapai dengan semiran adalah sebuah majas, ada makna yang sebenarnya dari hal tersebut, yaitu kemudaan atau awet muda, atau kecantikan dan ketampanan tidak akan tercapai hanya dengan make up, semiran, perawatan dan segala macam. “Bagaimana tidak? Kan zaman sekarang ada operasi plastik?” jika muncul argumen seperti itu dalam benak pembaca maka akan saya coba luruskan. Orientasi dari perkara yang kedua ini bukanlah tentang bagaimana cara mewujudkan kecantikan rupawan itu, akan tetapi orientasinya adalah bagaimana tentang mempertahankan kemudaan tersebut. Mempertahankan kemudaan dalam hal ini adalah nyata tidak akan bisa. Karena kemudaan berbanding lurus dengan usia. Semakin laun usia seseorang semakin jauh kemudaan meninggalkannya. Lalu bagaimana dengan operasi plastik dan perawatan yang tadi? Kedua hal tersebut hanya akan melapisi dan memberikan kemudaan sementara, kenyataannya usia dan kulit dibalik perawatan tersebut sadar akan waktu akan dirinya. Akan tetapi sebagian dari jiwa dan akal yang di amanahkan darinya tidak menyadari hal itu dan terus mencoba menghindari penuaan tersebut. Penuaan bukan hanya pada konteks kulit wajah, akan tetapi kekuatan, pandangan, pencernaan, dan seluruh tubuh akan serentak mengalami penurunan kualitas produktivitasnya. Pandangan akan mulai kabur, kekuatan mulai berkurang, tulang belulang mulai renta, dan sebagainya.

Bukankah hal ini sudah bisa menjadi bukti konkrit bagi kita dunia ini fana, lunturnya kemudaan adalah bukti bahwa tidak ada yang abadi dalam dunia. Segala hal yang ada di atas alam semesta ini seyogyanya akan musnah dan sirna. Tiada satupun unsur yang kekal abadi, yang ada hanya unsur yang berumur panjang, itupun hanya sebagian kecil, sebagian besar darinya justru singkat umurnya. Lagi pula, muda ataupun tua tidaklah mempengaruhi kapan datangnya ajal.

 

3.      Sehat Tidak Tercapai Dengan Obat Obatan

Kesehatan merupakan salah satu kebutuhan dan keinginan semua insan dimuka bumi. Tidak akan ada yang mau menanggung sakit dalam jangka waktu yang lama jika seandainya ada kesempatan memilih. Pada hakikatnya kesehatan adalah salah satu bagian kecil dari karunia Allah yang maha Banyak. Sesungguhnya kesehatan dan kesembuhan berasal dari Allah swt. Jika demikian apa peran dari obat-obatan atau makanan dan minuman yang kaya akan gizi itu? Sebenarnya jika dikaji lebih dalam, obat, makanan dan minuman yang bergizi hanyalah sebuah media atau jembatan bagi karunia allah yaitu kesehatan. Selain itu kedua hal tersebut merupakan salah satu jalan usaha ataupun ikhtiar dari seseorang. Jika kita ingin mendapatkan sesuatu tentunya kita harus melakukan sesuatu.

Kesehatan adalah dambaan semua orang. Tidak sedikit orang yag hampir mengorbankan segalanya demi menjaga atau mendapatkan kesehatan yang ia dambakan. Selain dalam konteks ikhtiar harus ada juga pasrah dalam hal ini. Tetap yakin bahwa hakikat dari kesehatan itu datangnya dari allah swt. Bukan hanya itu, sakit pula berasal dari allah swt, sakit tersebut datang dengan membawa kemungkinan, bisa jadi meruapakan ujian, bisa jadi merupakan hukuman, dan yang paling indah dari itu semua adalah sakit itu allah datangkan pada hakikatnya adalah untuk menghapus dosa. Sebagaimana disebutkan dalam hadist rasulullah saw:

لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ فإذا أُصِيبَ دَوَاءُ الدَّاءِ بَرَأَ بِإِذْنِ اللَّهِ عز وجل

Artinya:

Setiap penyakit ada obatnya, jika obat itu sesuai dengan penyakitnya, akan sembuh dengan izin Allah Azza wajalla,”(HR.Muslim¬,no:2204)

Dan dalam hadist yang lain:

“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573).

 

Demikian pembahasan kita kali ini, marilah kita sama-sama meningkatkan ketaqwaan kepada allah swt. sesungguhnya tiada yang lebih baik dari itu. Semga pembahasan kali ini mendapatkan berkah dari Allah swt dan bermanfaat bagi pembaca sekalian dan orang lain serta diri penulis tentunya. Wabillahi taufik wal hidayah.

 

Wasaalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

#kkldriainpsp2020

#iainpadangsidimpuan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar