Cari Blog Ini

Kamis, 07 Januari 2021

Analisis Moderasi dan Harmoni Beragama dalam Surat Tumbaga Holing Batak Angkola

Dalam perkembangannya Indonesia merupakan negara majemuk yang memiliki beragam suku, agama, ras, dan budaya.

Keberagaman tersebut merupakan kekuatan yang dimiliki Indonesia, namun dalam implementasinya, dinamika ekspresi keberagamaan di era demokrasi terkadang berpotensi memunculkan ketegangan dan konflik antar masyarakat, antar umat beragama atau bahkan internal umat beragama.

Oleh karena itu, diperlukan moderasi salah satunya moderasi beragama untuk menjaga keharmonisan bangsa.

“Moderasi beragama sesungguhnya merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Moderasi merupakan kebajikan yang mendorong terciptanya harmoni sosial dan keseimbangan dalam kehidupan secara personal, keluarga dan masyarakat"

Di suku Batak Angkola sendiri memiliki Konsep Moderasi dan Harmoni Beragama terkandung dalam surat Tumbaga Holing Batak Angkola.

Surat Tumbaga Holing ini adalah satu dari surat yang digunakan sebagai landasan filosofis bermasyarakat Batak Angkola itu sendiri.

Di dalam Surat Tumbaga Holing Batak Angkola berisi Konsep Way of Life atau Kehidupan bermasyarakat.

Berarti jelas bahwa isi kandungan Surat Tumbaga Holing adalah tentang unsur berkehidupan dan bermasyarakat.

Salah satu isi kandungan Surat Tumbaga Holing ini adalah Dalihan Natolu "Tungku yang tiga" artinya berkaki tiga harus memiliki keseimbangan yang mutlak.

Kedudukan unsur Dalihan Natolu pada hakikatnya sama tinggi. Selain itu juga menawarkan konsep demokrasi.

Demokrasi yang di sajikan disini tidak sepenuhnya sama dengan sistem yang digunakan saat ini, seperti untuk memilih pemimpin tetap saja menerapkan sistem monarki.

Namun di aspek lain seperti memutuskan sebuah perkara, menyelesaikan permasalahan, dan menentukan peraturan akan menggunakan sistem demokrasi sebagai penentu keputusan tersebut.

Sehingga dalam penerapannya, konsep Dalihan Natolu sangat melekat dalam diri masyarakat Batak Angkola, sebagai norma, etika, dan adat yang menjadi landasan.

Maka oleh sebab itu sebagai generasi muda apalagi yang bersuku kan Batak Angkola, harus benar-benar memahami dan mengkaji konsep ini dan setelah itu diimplementasikan dalam berkehidupan sehari-hari.

Analisis ini dikutip dari Artikel Bapak Dr. Zainal Efendi Hasibuan, M.A; yang adapun linknya tertera berikut : Masuk disini

Sekian dan Terima Kasih.