Desa hutapungkut Julu terletak di kecamatan kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Desa Hutapungkut Julu adalah desa yang kaya akan pertambangan, seperti Tambang Emas, kandungan atom, Agraria, hasil perkebunan seperti; Karet, Kopi, Sayuran.
Cari Blog Ini
Jumat, 31 Juli 2020
KKL-DR IAIN PSP 2020
Kamis, 30 Juli 2020
PANDUAN SHALAT IDUL ADHA
Panduan Shalat Idul Adha Saat Pandemi COVID-19
Terkait kondisi pandemi COVID-19, pemerintah melalui Kementerian Agama sudah mengeluarkan surat edaran
Nomor 18 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441H / 2020M menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.
Idul Adha 1441H / 2020 M dapat diselenggarakan di lapangan, masjid, atau ruangan dengan wajib memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut.
- Menyiapkan petugas untuk melakukan dan menerapkan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan;
- Melakukan penanganan dan disinfeksi di area tempat pelaksanaan;
- Membatasi jumlah pintu / jalur keluar masuk tempat pelaksanaan guna penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;
- Menyediakan fasilitas cuci tangan / sabun / pembersih tangan di pintu / jalur masuk dan keluar;
- Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu / jalur masuk.
- Menerapkan jarak dengan memberikan tanda khusus jarak minimal 1 meter;
- Mempersingkat pelaksanaan shaiat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan dan rukunnya;
- Tidak mewadahi kontribusi / sedekah Jemaah dengan cara mengaktifkan kotak, karena beralih-pindah tangan rawan terhadap penularan penyakit.
Penyelenggara salat Iduladha juga menyediakan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pelaksanaan salat itu.
- Jemaah dalam kondisi sehat;
- Membawa sajadah / alas shalat masing-masing;
- Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan;
- Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau pembersih tangan,
- Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan;
- Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 (satu) meter; Menghimbau untuk tidak mengikuti shalat Idul Adha untuk anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit yang terkena risiko yang tinggi untuk Covid.
#Mari kita amalkan Sunnah hari Arafah#
Rabu, 29 Juli 2020
*Jangan Lupa Puasa Arafah". Kamis 30 Juli 2020 ----------- Nama: Nila Yanti Nim: 1710700015 Jurusan: HPI DPL: Hasiah, M.Ag ---------- Puasa Arafah adalah puasa pada Hari Arafah, yaitu hari kesembilan dari bulan Dzulhijjah. Bulan dzulhijjah mengandung banyak keistimewaan dan juga dianjurkan puasa-puasa sunah pada 10 hari pertama bulan dzulhijjah. Apalagi pada hari kesembilan bulan dzulhijjah karena faedahnya ditegaskan Nabi SAW sebagai penggugur dosa. ---------- #KKLDr2020 #IAINPadangsidimpuan
Rabu 29 juli 2020. ---------- Puasa Tarwiyah adalah puasa pada hari kedelapan dari bulan Dzulhijjah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat muslim yang tidak pergi haji, sebagaimana terdapat dalam riwayat Rasulullah S.A.W. tentang puasa Tarwiyah: “Dari HR Abu Daud, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah.” (Niat Puasa Tarwiyah: NAWAITU SHOUMA TARWIYATA SUNNATAN LILLAHI TA'ALA, artinya: Saya berniat puasa sunah Tarwiyah karna Allah ta'ala).” Di dalam hadits ini terdapat keutamaan puasa Tarwiyah yaitu dihapuskannya dosa yang dibuat satu tahun lalu. ----------- #KKLDr2020 #IAINPadangsidimpuan
Selasa, 28 Juli 2020
Keutamaan Haji dan Umroh
Haji adalah berkunjung ketanah suci (ka’bah)) untuk melaksanakan amal ibadah tertentu sesuai dengan syarat, rukun, dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh syara’. Haji diwajibkan bagi orang-orang islam yang sudah mampu atau mempunyai biaya untuk melaksanakannya. Haji dilaksanakanibadah pada bulan zulhijjah.
-------------------
Sedangkan umrah adalah berkunjung ke tanah suci atau Baitullah dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memenuhi syarat tertentu yang telah ditetapkan oleh syara’, dan waktunya boleh kapan saja tidak ditentukan seperti halnya haji.
#kkldr2020iainpadangsidimpuan
Senin, 27 Juli 2020
Sosialisasi Dengan Kordinator Kesehatan
#KKL-DR
#IAIN Padangsidimpuan
#TetapBerkarya
Manfaat Wudhu dalam Ilmu Sains
Relevansi Islam dan Sains
Islam mendorong ummatnya untuk selalu berupaya mengembangkan sains seperti tercantum dalam QS Al-‘Alaq: 1-5 :
Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan pena, mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Iqra’ terambil dari akar kata yang berarti menghimpun. Dari menghimpun lahir aneka makna seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, dan membaca baik teks tertulis maupun tidak. Wahyu pertama itu tidak menjelaskan apa yang harus dibaca, karena Al-Quran menghendaki umatnya membaca apa saja selama bacaan tersebut bismi Rabbik, dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan. Iqra’ berarti bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu; bacalah alam, tanda-tanda zaman, sejarah, maupun diri sendiri, yang tertulis maupun yang tidak. Alhasil, objek perintah iqra’ mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkaunya.
Bulan dzulhijjah
Ustadz Muhammad Ajib dalam buku Fikih Kurban Perspektif Mazhab Syafi'i terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan, ada beberapa amalan khusus yang bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah. Di antaranya puasa, ibadah haji, qurban, dzikir, dan sholat.
Puasa
Disunnahkan bagi kita untuk berpuasa mulai dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah. Dalam hal ini Imam An-Nawawi mengatakan, di antara puasa sunnah adalah puasa sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah.
Dalam kitab al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, Imam An-Nawawi dengan sangat tegas menyatakan puasa tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah sangat disunnahkan. Imam an-Nawawi berkata, "Bahkan sangat disunahkan untuk berpuasa di hari-hari ini, karena puasa termasuk amalan yang paling utama." (An-Nawawi, Syarah Sahih Muslim).
Dalam kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab, Imam An-Nawawi juga kemudian memberikan dalil shahih mengenai syariat puasa tersebut. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh istri-istri Nabi Muhammad SAW.
"Dari Hunaidah Ibn Khalid, dari istrinya, dari istri-istri Nabi, mereka berkata, Rasulullah biasa berpuasa sembilan hari di bulan Dzulhijjah, berpuasa di hari Asyura, berpuasa tiga hari di setiap bulannya, puasa Senin pertama dan juga hari Kamis di setiap bulannya. (HR Abu Dawud, Ahmad, dan Nasa'i. Ahmad dan Nasa'i menambahkan, 'dan dua Kamis').
Dari kesembilan hari tersebut ada puasa yang disebut dengan puasa Arafah yaitu puasa pada 9 Dzulhijjah. Ada juga puasa tarwiyah yaitu puasa pada 8 Dzuhijjah.
"Dari Abi Qatadah ra berkata Rasulullah SAW bersabda, puasa hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun, yaitu tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. Puasa Asyura menghapuskan dosa tahun sebelumnya. (HR Jamaah kecuali Bukhari dan Tirmizy).
Haji
Ibadah haji jelas memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Meski hanya wajib atas mereka yang mampu, akan tetapi karena kerinduan yang dalam banyak orang berusaha untuk bisa mendapatkan panggilan Allah SWT agar menjadi tamu-Nya.
Salah satu keutamaan itu adalah mereka disebut sebagai tamu-tamu Allah. Maka kemuliaan apalagi yang akan dikejar seorang manusia jika dia sudah mendapatkan predikat tamu Allah.
Kemuliaan lain yang akan diperoleh tamu-tamu Allah itu adalah kemudahan jalan ke surga. Jika haji mereka mabrur, maka tidak ada balasan dari Allah kecuali surga.
Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah SAW bersabda, dari satu umrah ke umrah yang lainnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya. Dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga. (HR Bukhari dan Muslim).
Jangan lupa coment and share
Minggu, 26 Juli 2020
Karakteristik Ekonomi dalam Islam
Ekonomi dalam Perspektif Islam
"MENYAMBUT BULAN DZULHIJJAH" Bulan Dzulhijjah adalah salah satu dari 4 bulan haram, yaitu bulan Rajab, Dzulkaidah, Dzulhijjah,dan Muharram. Keutamaan yang Allah SWT tetapkan di empat bulan haram tersebut ialah di lipatgandakannya pahala bagi seseorang yang mengerjakan amalan shalih. Begitu pula, dengan perbuatan dosa yang dilakukan didalam bulan haram tersebut lebih besar pula dosanya di sisi Allah. Sehingga seorang hamba bisa meraih ketaqwaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, dengan semakin menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan. #KKL_Dr2020 #IAINPadangsidimpuan
Sabtu, 25 Juli 2020
Keutamaan bulan Dzulhijjah
inflasi
Jumat, 24 Juli 2020
Mari kita berani untuk bersedekah
BERDIRI DIANTARA AKAL DAN HAWA NAFSU
BERDIRI DIANTARA AKAL DAN HAWA NAFSU
Oleh: Khalid Nusardi
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Alhamdulillah, Alhamdulillahi wakafa, wahdahu
wassholatu ‘ala Rosulillahil mustafa, wa’ala alihi wamal wafa. Ashadu alla
ilaha ilallah wasyhadu anna muhammadan ‘abduhu warosuluh, wala nabiya ba’dahu.
Kama Qola ta’ala fil Qur’anil ‘aziz,
‘audzubillahi billahissami’l ‘alim, minasyyaithonirrojim allasi la’natullahi
alaih. Bismilahirrahmanirrahim.
إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ
ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ
وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ
Artinya: Sesungguhnya
orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka
meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan
mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan
gembirakanlah mereka dengan Syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu".
(Fusshilat 30)
Pada pertemuan kali ini kita akan
membahas sebuah tajuk “BERDIRI DI
ANTARA AKAL DAN HAWA NAFSU” sebagaimana yang
tertulis dalam buku Nasehat Buat Hamba Allah Karangan sekh Muhammad
Nawawi bin Umar Al-Jawi:
Sebagaimana dikatakan:
Beruntunglah orang yang menjadikan akalnya
sebagai pemimpin dan hawa nafsunya sebagai tawaran. Dan Celakalah orang yang
menjadikan hawa nafsunya sebagai pemimpin, dan akalnya sebagai tawanan.
Orang yang akalnya menjadi pemimpin dan hawa
nafsunya menjadi tawanan, dialah orang yang beruntung dengan mendapatkan
kebaikan yang banyak. Dia mengikuti kehendak akal sehatnya yang sempurna dan
mencegah kecenderungan hawa nafsunya untuk melakukan sesuatu yang bukan menjadi
panggilan syara. Sementara orang yang hawa nafsunya menjadi pemimpin dan
akalnya menjadi tawanan adalah orang yang sangat celaka. Dialah orang yang
akalnya tidak lagi berfungsi untuk berfikir terhadap nikmat-nikmat Allah dan
mrenungkan keagungan-Nya. (Nasehat Buat Hamba Allah : Muhammad Nawawi bin Umar
Al-Jawi)
Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwasanya
Akal adalah satu-satunya hal yang membedakan Manusia dengan makhluk Allah swt
yang lain seperti hewan dan tumbuhan. Akal adalah sebuah kelebihan bagi manusia
yang digunakan sebagai alat untuk berfikir dan mempertimbangkan sesuatu.
Sebagaimana kita lihat hewan dan tumbuhan tiada memilikinya. Pernahkah kita
perhatikan bersama bahwa kebanyakan hewan allah ciptakan postur tubuhnya
sejajar antara kemaluan dan kepalanya, sebagaimana kucing, kerbau, dan lainnya,
atau setidaknya hampir mendekati kesejajaran antara kemaluan dan kepalanya. Hal
tersebut karena akal Hewan setara dengan kemaluannya, mereka memiliki otak
namun tidak memiliki akal, mereka memiliki perasaan (Naluri) namun tak memiliki
akal, selain itu bagi mereka hidup hanya untuk makan. Dalam pandangan seorang Filsuf Akal adalah
alat yang menjadi metode untuk metode berfikir untuk mencari kebenaran atas
sesuatu.
Kemudian Hawa nafsu, hawa nafsu adalah diri
kita sendiri, sebagaimana secara bahasanya nafsu yang asal katanya dari bahasa
arab Nafs yang artinya diri sendiri, kemudian Hawa yang dinisbatkan dari
siti hawa yang mana ibu dari ummat manusia yang pernah terbujuk nafsunya oleh
syetan untuk memakan buah khuldi hingga diusir dari Jannahtul Firdaus.
Orientasi Hwa nafsu bukan hanya pada konteks Seksual semata, akan tetapi
Orientasi dari hawa nafsu adalah segala hal yang mencakup keinginan, kebutuhan
dan hasrat Manusia, seperti nafsu makan, minum, ketenangan, dll.
Sebagaimana beberapa kata kata mutiara
mengatakan “Musuh terberat yang sebenarnya adalah Diri sendiri” hal tersebut
memang benar kata Diri Sendiri tersebut adalah hawa nafsu itu. Memang benar,
Perbedaan yang paling signifikan antara manusia dan malaikat adalah menusia
diciptakan dengan hawa nafsu sementara Malaikat diciptakan tanpa hawa nafsu,
hal itulah yang diciptakan Allah swt sebagai alasan apabila manusia yang
melakukan amal saleh diberi balasan yang berlipat-lipat ganda atas pahalanya
walaupun dia sering melakukan dosa selain syirik, sementara malaikat Allah swt
yang tak pernah berbuat kesalahan atau dosa yang selalu senantiasa beribadah,
bertasbih kepada Allah swt setiap detiknya hanya diberi 1 (satu) pahala atas
ibadah malaikat tersebut.
Hal itulah yang menjadikan malaikat heran
Mengapa Allah swt sangat Menyayangi Hambanya yang beribdah dan selalu mengingat
diri-Nya, hal itu karena manusia selalu berperang melawan dirinya sendiri
terlebih dahulu. Tak seperti malaikat yang tak memiliki hawa nafsu sehingga tak
ada halangan dan tantangan dalam melakukan ibadah kepada allah swt. Berdiri di
antara akal dan hawa nafsu merupakan sebuah perkara yang cukup memberatkan,
bagaimana tidak karena bagi sebagian manusia yang masih memperturutkan hawa
nafsunya sangat sulit bagi dirinya untuk mengontrol dirinya untuk menuruti hawa
nafsunya dalam hal melakukan kejahatan atau kenistaan, berbeda dengan orang
yang menjadikan akalnya sebagai pedoman dan hawa nafsunya sebagai tawaran.
Alanglkah lebih baiknya jika hidup ini dijalani dengan menempatkan hawa nafsu
sebagai tawaran, akal dijadikan sebagai pemegang kendali atas hawa nafsu tsb,
bukan sebaliknya nafsu yang dijadikan sebagai pengendali atas akal. Akal pada
dasarnya akan membuat manusia berfikir lebih logis dan relistis, sedangkan hawa
nafsu hanya akan membuat manusia sukar untuk mempertimbangkan sesuatu, yang
terpenting bagi hawa nafsu adalah memenuhi suatu keinginan tersebut apapun
caranya, karena hawa nafsu adalah media bagi syetan untuk membisikkan
kelicikannya untuk menyesatkan manusia.
Sebagaimana dalam sebuah riwayat pernah
menceritakan awal mula Allah swt menciptakan hawa nafsu yang ketika itu dia
selalu melawan allah berkali kali. Ketika allah menciptaka ruh dan allah bertanya siapa Allah dan siapa
dia, ruh menjawab Engkau adalah Tuhanku dan aku adalah hambamu’’ sementara hawa
nafsu menjawab ‘’aku adalah aku dan engkau adalah engkau’’ kemudian Allah
melemparkannya ke api neraka untuk memberitahunya betapa amat besar kuasanya
kemudian sang Nafsu memohon ampun kemudian Allah memsangkan Nafsu ke dalam diri
manusia.
Manusia yang mempertuhankan hawa nafsunya tak
ubahnya seperti binatang sebagaimana kedudukan manusia itu berpindah kebawah
menjadi lebih terhina. Namun bagi manusia yang mampu mengontrol hawa nafsunya
bahkan yang kuat dan tidak memperdulikannya tak ubahnya menjadi malaikat bahkan
lebih mulia dari malaikat sebagaimana perpindahan kedudukan manusia itu menjadi
lebih mulia dan bermartabat. Jadi, marilah kita sadari diri kita sendiri di
posisi mana kita berdiri sekarang ini, apakah kita termasuk manusia yang
berpihak pada hawa nafsu atau manusia yang berpihak pada akal. Apakah kita
manusia yang menjadikan akal sebagai pengontrol hawa nafsu, atau apakah kita
manusia yang menjadikan hawa nafsu sebagai pengontrol akal.
Allah menciptakan Syurga dengan berpagarkan
ujian dan cobaan, sementara allah menciptakan neraka berpagarkan nafsu dan
kesenangan. Dalam hakikat ini kita manusia jangan sampai lupa bahwa nafsu
hanyalah menuntun kita pada kesenangan duniawi yang fana, semua hal di dunia
yang selalu ada batasnya bersenang-senangpun suatu saat akan bosan, berjibaku
dengan kesibukan pun suatu saat akan bosan, tidak seperti kesenangan ukhrawi
yang kekal abadi. Tiada kebosanan atau kejenuhan hingga masa yang tiada pernah
ada akhirnya. Semua itu hanya bisa didapatkan dengan menekan hawa nafsu dan
mengontrol diri.
Demikian pembahasan kita kali ini, marilah kita
sama-sama meningkatkan ketaqwaan kepada allah swt. sesungguhnya tiada yang
lebih baik dari itu. Semga pembahasan kali ini mendapatkan berkah dari Allah
swt dan bermanfaat bagi pembaca sekalian dan orang lain serta diri penulis
tentunya. Wabillahi taufik wal hidayah.
Wasaalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
#kkldriainpsp2020
#iainpadangsidimpuan
#pendidikansertadakwahkeagamaanislamdenganmemanfaatkanmediasosial
#Manfaat air wudhu#
*MANFAAT AIR WUDHU* Wudhu merupakan suatu perkara yang dilakukan oleh umat muslim sebelum melaksanakan ibadah sholat. Dalam Islam, manfaat air wudhu sendiri untuk menghilangkan hadas besar dan hadas kecil agar pada saat melaksanakan ibadah sholat dalam keadaan suci dan bersih. Selain mendatangkan kebersihan sebelum melakukan ibadah, air wudhu juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh. #KKL_Dr2020 #IAINPadangsidimpuan
Berkenalan dengan covid-19
COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan. Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. COVID-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia
3 Manfaat Wudhu-Relasi agama dan kesehatan (sains) dengan tepat
Kamis, 23 Juli 2020
habalum minannas
Setiap ibadah yang diperintahkan Allah tentunya bertujuan untuk meningkatkan hubungan vertikal dan horizontal secara seimbang. Hubungan vertikal yaitu hubungan ubudiyah kita kepada Allah (Hablumminallah), sedangkan hubungan horizontal adalah hubungan muamalah kita kepada sesama muslim dan makhluk Allah lainnya (Hablumminannas).
Bahkan, salah satu karakteristik utama masyarakat Islam di masa Rasulullah SAW adalah adanya iman dan taqwa yang kuat kepada Allah SWT, itu sejalan dan berbanding lurus dengan terciptanya ukhuwah Islamiyah dengan sesama muslim sehingga lahirnya persatuan umat Islam yang kuat.
"Karakteristik utama masyarakat Islam di masa Rasulullah SAW itu adalah semakin kuat iman dan taqwanya kepada Allah dengan ibadahnya, maka akan semakin baik terjaga ukhuwah Islamiyah dengan sesama muslim. Justru ibadahnya seseorang muslim itu bermasalah, jika dia itu tidak baik hubungannya dengan sesama muslim lainnya," ungkap Ustaz Gamal Akhyar.
Dalam pelaksanaan ibadah shalat misalnya, yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam yang mendoakan seluruh makhluk yang ada di bumi ini. Artinya dalam bacaan shalat pun ada hubungan antara Allah dan sesama manusia.
Artinya, "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan"
"Salah satu ciri orang bertaqwa adalah bisa menahan marah dan mudah memaafkan kesalahan orang lain. Kita mungkin sering menemui orang lain yang kerap menyakiti dan menzalimi kita, bahkan apabila dia datang seolah sangat menyebalkan. Dimata kita semua perilakunya dan perkataannya adalah menyebalkan. Ketika kita pernah mengalami hal itu adalah indikasi bahwa kita sulit memaafkan orang lain. Padahal bagi orang bertaqwa itu, kesalahan kepada kita itu harus dibalas dengan senyum gampang memaafkan, jangan sampai menyimpan dendam berlarut,"
Manfaat Makanan Halal
"INDAHNYA KEBERAGAMAN AGAMA DAN SUKU YANG MENYATUKAN INDONESIA" Sejarah Indonesia menunjukkan pertengkaran sesama anak bangsa terjadi bukan karena keberagaman agama dan suku, tetapi cenderung akibat egosentris kelompok kecil masyarakat yang terkadang mencoba memprovokasi warga lain. Agamalah yang punya peran penting untuk merubah, menyatukan dalam kebaikan menuju keindahan dalam kesatuan. Disinilah kita perlu memiliki sikap toleran, toleransi juga dapat diartikan sebagai suatu sikap saling menghormati dan menghargai antar kelompok/antar individidu baik itu dalam masyarakat maupun dalam lingkungan yang lain. Sikap toleransi dapat menghindari terjadinya perpecahan, walaupun banyak terdapat kelompok/golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat. Misalkan menghargai pendapat mengenai pemikiran orang lain yang berbeda dengan kita, serta saling tolong menolong antar sesama manusia tanpa memandang suku, ras, agama, dan antar golongan. Seperti yang tercantum dalam QS. Al-Hujurat:13: يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". Maka disinilah kita melihat makna persaudaraan harus benar-benar dikuatkan jangan malah dipersempit menjadi pribumi dan non pribumi. Memang, setiap dari penduduk memiliki tujuan dan cita-cita yang berbeda dan agama yang berbeda-beda pula. • • #KKL_Dr2020 #IAINPadangsidimpuan
MODERASI BERAGAMA – PENGANTAR DAN IMPLEMENTASI SINGKAT DALAM MASYARAKAT
KHALID NUSARDI/1740200082/Ekonomi Syariah
Moderasi beragama, berasal dari dua kata
yaitu moderasi dan beragama. Dilansir dari Suara patani.com pada judul “Islam
Yang Wasathaniyyah Adalah Solusi” kata moderasi berasal dari kata latin “Moderatio”
yang artinya “Kesedangan” yang artinya “Tidak Kelebihan Dan Tidak
Kekurangan”, Kata itu juga berarti penguasaan diri (dari sikap sangat kelebihan
dan kekurangan). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyediakan dua
pengertian kata moderasi, yakni:
1. n pengurangan kekerasan, dan
2. n penghindaran keekstreman.
Jika dikatakan, “orang itu bersikap
moderat”, kalimat itu berarti bahwa orang itu bersikap wajar, biasa-biasa
saja, dan tidak ekstrem. Sedangkan kata beragama berasal dari kata “agama” yang
ditambah imbuhan “ber” ,enjadi “beragama” yang artinya “Orang-Orang Yang
Memiliki Agama”
Dalam bahasa Inggris, kata moderation
sering digunakan dalam pengertian average (rata-rata) sebagai mana
dalam sebuah forum “Moderator” adalah sebuah istilah untuk orang yang menjadi
penengah dalam sebuah acara diskusi atau perdebatan, Moderator ialah orang yang
Netral yang tidak berpihak pada sisi manapun dalam diskusi, tugasnya ialah
mencari jalan tengah dari jalannya diskusi, kata Moderasi dalam bahasa
inggris Moderation sering disinonimkan dengan ; core (inti), standard (baku),
atau non-aligned (tidak berpihak). Secara umum, moderat berarti
mengedepankan keseimbangan dalam hal keyakinan, moral, dan watak, baik ketika
memperlakukan orang lain sebagai individu, maupun ketika berhadapan dengan
institusi negara. (suara patani.com : 2019)
Dari tulisan di atas dapat kita simpulkan
bahwa Moderasi Beragama artinya orang yang menganut agama dengan faham yang
netral atau tdak berpihak pada faham apapun. Orang berfaham islam moderat
berlawanan dengan orang yang berfaham islam radikal, atau ekstrimisme, karena
berfaham moderat artinya adalah mengikuti faham kebiasaan orang-orang pada
umumnya. Artinya, moderasi beragama merupakan orang orang yang mengikuti faham
agama tanpa terikat pada suatu faham di luar faham agama yang independen. Sebagaimana
yang telah di tulis diatas orang yang menganut suatu faham di luar faham
ke-Netralan seperti radikalisme, atau ektrimisme tidak tergolong dalam moderat.
Namun perlu kita ketahui istilah ekstrimisme dan radikalisme berlaku pada semua
umat beragama, karena walaupun dalam konteks umat beragama sejatinya
ekstrimisme dan radikalisme tidak terdapat pada ajaran atau tuntunan agama
tertentu, akan tetapi ektrimisme dan radikalisme terdapat pada pola fikir orang
dalam agama tertentu tersebut. Menurut saya ektrimisme dan radikalisme yang
mejadi lawan dari moderat lebih tepat disebutkan sebagai metode berfikir,
sehingga metode berfikir yang demikian inilah yang melahirkan pola fikir yang
radikalisme dan ekstrimisme. Jadi sangat
Salah bagi orang-orang yang beranggapan
bahwa eksrtimisme dan radikalisme hanya cocok disandingkan ataudikaitkan hanya
pada agama tertentu.
Moderasi beragama saat ini di Indonesia sedang ramai
diperbincangkan bahkan sampai digalangkan sebagai solusi atas masalah yang
terdapat pada toleransi umat beragama. Munculnya spekulasi “Islamophobia” di
dunia dan Spekulasi “islam Radikal-Radikul” di Indoesia seolah-olah menjadi
momok atau memunculkan ketakutan tertentu pada kalangan masyarakat tertentu. Sehingga
ada pihak-pihak yang memanfaatkan spekulasi ini untuk menjatuhkan agama islam
atau mengkambingkan hitamkan, bahkan seolah-olah menjadikan agama islam ini
adalah agama yang berbahaya, padahal pihak-pihak tersebutlah para ekstrimis dan
radikalis yang sesungguhnya. Rasulullah saw membawa Islam hadir dunia ini sebagai
rahmat bagi sebagian alam; sebagaimana firman Allah swt dalam surah al anbiya
ayat 107:
وَمَآ
أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ
Artinya: Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan
untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
Sebagaimana
dalam tafsir makna dari surah al-anbiya ayat 107 ini adalah “Dan Kami tidaklah mengutus engkau -wahai
Muhammad- melainkan sebagai rahmat bagi semua makhluk, disebabkan mulianya
sifatmu berupa rasa komitmen dan tekad untuk memberikan hidayah pada manusia
dan menyelamatkan mereka dari azab Allah”.
Islam
juga adalah agama yang mengajarkan Toleransi hal ini dibuktikan dalam firman
Allah swt surah al-kafirun ayat 6:
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ
دِينِ
Artinya: Untukmu
Agamamu dan Untukku Agamaku
Sebagaimana dalam
tafsir surah Al-Kafirun ayat 6 ini adalah: “Bagi kalian agama kalian yang telah kalian
buat untuk diri kalian sendiri dan bagiku agamaku yang diturunkan Allah kepadaku”




























