Cari Blog Ini

Jumat, 31 Juli 2020

KKL-DR IAIN PSP 2020

Kita ketahui KKL merupan suatu proses pembelajaran dan pengabdian kepada masyarakat  yang  sedang membangun  dan mengetahui keberhasilan dan permsalahan yang dihadapi. Akan tetapi itu tidak seperti yang dibayangkan KKL tahun ini berbeda dengan KKL sebelumnya dimana yang seharusnya melakukan pengabdian kepada msayarakat, tapi di gagalkan oleh situasi pandemi yang sedang kita alami yaitu covid19, adanya covid19 ini menimbulkan program KKL yang baru, dimana mahasiswa melakukan KKL Dari Rumah (DR) saja. Akan tetapi banyak dari mahasiswa yang mengeluarkan ide membuat inisiatip sendiri, bagai mana jika KKL ini di lakukan seperti KKL sebelumnya tetapii tetap mematuhi protokol kesehatan yang berlaku, dan ini sudah di jalankan dengan alasan agar dapat merasakan bagaimana KKL yang sesungguhnya. 
Akan tetapi permasalhannya bukan itu saja, dari pelaksanaan sampai ke pada penilaian itu sangat berbeda dengan KKL sebelumnya, dalam program KKL tahun ini sistem penilaian juga berbeda dimana kita hanya di tugaskan membuat poster video dll, namun tema harus sesuai juklis yang telah dibuat, dan itu harus di apload ke MediaSosial dengan maksud untuk mendapatkan like, coment dan share ataupun untuk mengetahuii seberapa besar orang peduli dengan apa yang kita posting, nah itulah yang akan menjadi nilai untuk kita sendiri. Tidak ada ungkapan kecewa tapi bingung ini sebenarnya kita beruntung atau tidak dalam posisi ini, banyak yang memberikan ulasan bahwa kita tidak seberuntung mereka tidak merasakan bagaimna KKL yang sebenarnya, ada juga yang mengatakan ini tergantung diri masing-masing, menurut saya semuanyang mereka sampaikan itu benar mau mengikuti program KKL yang sudah di tetapkan Dari Rumah (DR) atau malah turun kelapngan mengikuti kata hati yang ingin merasakan KKL yang sebenarnya.
Saya juga bingung sebenarnya berada diposisi mana, tetapi saya sudah menjalanii kedua duanya. Minggu pertama sampai awal minggu kedua dilaksanakannya KKL saya melakukan seperti  KKL  tahun sebelumnya, menempati satu wilayah ( Desa )  HutapungkutJulu tetapi tetap dalam satu kecamatan dengan Desa saya, dengan berkelompok, membuat posko KKL melakukan kegiatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Akan tetapi ditengah-tengah kegiatan KKL yang sedang di jalankan datang teguran dari pihak kampus, dimana menegaskan bahwa KKL-DR itu tidak ada turun kelapangan, yang membuat bingung ada perbedaan pendapat antar sesama DPL ada yang memperbolehkan mahasiswanya turun kelapangan ada juga yang tidak memperbolehkan, disitulah letak kebingungan mahasiswa, sebenarnya yang benar yang mana?, tetapi memang semuanya benar tidak ada yang salah, semua sudah terjawab pada kegitan Evaluasi dan Memonitoring KKL-DR 2020 Via Zoom Meeting, yang diperuntukkan untuk semua peserta KKL-DR IAIN Padang Sidimpuan tahun 2020 yang di laksanakan pada tanggal 27 juli  2020 kemarin. Dimana hasil dari Zoom Meeting tersebut di katakan bahwa Mahasiswa boleh turun kelapangan akan tetapi harus melihat bagaimana kondisi wilayah tersebut berada pada Zona yang mana dan tetap harus mengikuti protokol kesehatan yang berlaku. Tetapi setelah berpikir program KKLDR ini memang lebih mudah dibandingkan KKL tahun sebelumnya, kalau ada yang mudah kenapa harus di persulit, bukan berati tidak ingin merasakan KKL yang sesungguhnya tetapi melihat situasi dan kondisi sepertinya lebih baik memilih yang mudah-mudah saja, memang mandiri itu lebih membuat kita belajar banyak hal.
Saya baru menulis blog ini karna sebenarnya di awal saya juga bingung apa yang akan saya tulis bagaimana caranya tetapi memang betul kita harus berani memulai kalau tidak rasa takut akan salah itu akan terus berada dalam diri kita, semoga semuanya berjalan dengan lancar dan tetap dalam keadaan baik.

# KKL-DRPadangSidimpuan2020

Kamis, 30 Juli 2020

PANDUAN SHALAT IDUL ADHA

                    
  

Panduan Shalat Idul Adha Saat Pandemi COVID-19

Terkait kondisi pandemi COVID-19, pemerintah melalui Kementerian Agama sudah mengeluarkan surat edaran

  Nomor 18 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban Tahun 1441H / 2020M menuju Masyarakat Produktif dan Aman Covid-19.

Idul Adha 1441H / 2020 M dapat diselenggarakan di lapangan, masjid, atau ruangan dengan wajib memenuhi beberapa persyaratan sebagai berikut.

  • Menyiapkan petugas untuk melakukan dan menerapkan protokol kesehatan di area tempat pelaksanaan;
  • Melakukan penanganan dan disinfeksi di area tempat pelaksanaan;
  • Membatasi jumlah pintu / jalur keluar masuk tempat pelaksanaan guna penerapan dan pengawasan protokol kesehatan;
  • Menyediakan fasilitas cuci tangan / sabun / pembersih tangan di pintu / jalur masuk dan keluar;
  • Menyediakan alat pengecekan suhu di pintu / jalur masuk. 
  • Menerapkan jarak dengan memberikan tanda khusus jarak minimal 1 meter;
  • Mempersingkat pelaksanaan shaiat dan khutbah Idul Adha tanpa mengurangi ketentuan dan rukunnya;
  • Tidak mewadahi kontribusi / sedekah Jemaah dengan cara mengaktifkan kotak, karena beralih-pindah tangan rawan terhadap penularan penyakit.

Penyelenggara salat Iduladha juga menyediakan untuk memberikan imbauan kepada masyarakat tentang protokol kesehatan pelaksanaan salat itu. 

  • Jemaah dalam kondisi sehat;
  • Membawa sajadah / alas shalat masing-masing;
  • Menggunakan masker sejak keluar rumah dan selama berada di area tempat pelaksanaan;
  • Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun atau pembersih tangan,
  • Menghindari kontak fisik, seperti bersalaman atau berpelukan;
  • Menjaga jarak antar jemaah minimal 1 (satu) meter; Menghimbau untuk tidak mengikuti shalat Idul Adha untuk anak-anak dan warga lanjut usia yang rentan tertular penyakit, serta orang dengan sakit yang terkena risiko yang tinggi untuk Covid.
Nama: Siti Aminah
KKL Dr from IAIN PSP

#Mari kita amalkan Sunnah hari Arafah#

Amalan pada hari Sunnah Arafah:
1.Takbir mulai dari ba'da shubuh dan berlangsung terus sehabis shalat lima waktu sehingga ashar hari tasyriq terakhir (takbir Muqayyad)
2.Berpuasa Sunnah Arafah
3.Memperbanyak do'a dan dzikir
4.Memperbanyak mohon ampun kepada Allah SWT.

Nama:siti  Aminah
Nim   :1720200036
Jurusan:TMM
Kkl-DK IAIN PSP
DPL: Dr.Suparni,S.si,M.Pd

Rabu, 29 Juli 2020

Pemberdayaan Ekonomi Melalui Faranchise/Waralaba






#kkldriainpsp2020
#iainpadangsidimpuan

*Jangan Lupa Puasa Arafah". Kamis 30 Juli 2020 ----------- Nama: Nila Yanti Nim: 1710700015 Jurusan: HPI DPL: Hasiah, M.Ag ---------- Puasa Arafah adalah puasa pada Hari Arafah, yaitu hari kesembilan dari bulan Dzulhijjah. Bulan dzulhijjah mengandung banyak keistimewaan dan juga dianjurkan puasa-puasa sunah pada 10 hari pertama bulan dzulhijjah. Apalagi pada hari kesembilan bulan dzulhijjah karena faedahnya ditegaskan Nabi SAW sebagai penggugur dosa. ---------- #KKLDr2020 #IAINPadangsidimpuan


Rabu 29 juli 2020. ---------- Puasa Tarwiyah adalah puasa pada hari kedelapan dari bulan Dzulhijjah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat muslim yang tidak pergi haji, sebagaimana terdapat dalam riwayat Rasulullah S.A.W. tentang puasa Tarwiyah: “Dari HR Abu Daud, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijah.” (Niat Puasa Tarwiyah: NAWAITU SHOUMA TARWIYATA SUNNATAN LILLAHI TA'ALA, artinya: Saya berniat puasa sunah Tarwiyah karna Allah ta'ala).” Di dalam hadits ini terdapat keutamaan puasa Tarwiyah yaitu dihapuskannya dosa yang dibuat satu tahun lalu. ----------- #KKLDr2020 #IAINPadangsidimpuan


Selasa, 28 Juli 2020

INFLASI

Nama: Sri Salbiah 
Nim 1720500041
Jurusan : PGMI
DPL: Mariam Nasution,M.Pd.

Keutamaan Haji dan Umroh

Nama : Rizki Masriandi Martua Hsb
Nim : 1720100014
Jurusan : Pendidikan Agama Islam
DPL : Drs. Irwan Saleh Dalimunthe, M.A
------------------

Haji adalah berkunjung ketanah suci (ka’bah)) untuk melaksanakan amal ibadah tertentu sesuai dengan syarat, rukun, dan ketentuan yang telah ditetapkan oleh syara’. Haji diwajibkan bagi orang-orang islam yang sudah mampu atau mempunyai biaya untuk melaksanakannya. Haji dilaksanakanibadah pada bulan zulhijjah.

-------------------

Sedangkan umrah adalah berkunjung ke tanah suci atau Baitullah dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan memenuhi syarat tertentu yang telah ditetapkan oleh syara’, dan waktunya boleh kapan saja tidak ditentukan seperti halnya haji.

#kkldr2020iainpadangsidimpuan

Logbook Harian Minggu Ke-2


https://s.docworkspace.com/d/AIf_IaqdgdIo2pTv6JCnFA

*Manfaat Wudhu*


MANFAAT WUDHU


INFLASI


Senin, 27 Juli 2020

Sosialisasi Dengan Kordinator Kesehatan

      Sosialisasi ini dilakukan guna untuk tetap saling mengingatkan kepada warga terutama di kecamatan Kotanopan untuk tetap mengikuti pola hidup yang sehat sesuai yang disampaikan pihak kesehatan kecamatan Kotanopan pada Mahasiswa KKL-DR IAIN Padangsidimpuan. 

     Mereka berharap dengan kedatangan Mahasiswa ini semoga dapat membantu masyarakat untuk menjalankan peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah kita. "Terus berkarya dan tetap memperhatikan protokoler kesehatan dalam proses pengabdian terhadap masyarakat ini ananda" pungkasnya. 

#KKL-DR
#IAIN Padangsidimpuan
#TetapBerkarya


KARAKTERISTIK EKONOMI DALAM ISLAM


Manfaat Wudhu dalam Ilmu Sains

Nama : Rizki Masriandi Martua Hsb
Nim : 1720100014
Jurusan : Pendidikan Agama Islam
DPL : Drs. Irwan Saleh Dalimunthe, M.A
-------------------
Wudhu dalam bahasa Arab memiliki arti Bersuci yang maksudnya adalah mensucikan diri dari segala macam kotoran yang di lakukan dengan menggunakan air suci, yaitu air yang bersih, tidak berbau dan tidak tercemar dan biasanya berasal dari air sumur, sungai, air lelehan salju, atau air terjun. Wudhu sendiri adalah syarat wajib yang harus di lakukan sebelum melaksanakan ibadah Shalat bagi umat muslim dan apabila tidak di lakukan maka shalat itu tidak sah.
Mari kita jaga wudhu kita dalam setiap aktivitas dan keseharian.

#kkldr2020
#iainpadangsidimpuan

Postingan asli 👉klik disini

Relevansi Islam dan Sains

Nama : Rizki Masriandi Martua Hsb
Nim : 1720100014
Jurusan : Pendidikan Agama Islam
DPL : Drs. Irwan Saleh Dalimunthe, M.A
---------------------
Hubungan Islam dan Sains tidak lepas dari kemajuan dan kemunduran sains dalam peradaban Islam. 
Umat Islam mulai mempelajari atau melakukan penafsiran ilmiah sejak generasi pertama sampai abad ke-lima hijriyah hingga menjadikan diri mereka sebagai pelopor Ilmu pengetahuan di seluruh penjuru dunia, umat Islam telah menjadi pelopor dalam research tentang alam, sekaligus sebagai masyarakat pertama dalam sejarah ilmu pengetahuan yang melakukan experimental science atau ilmu thabi’i berdasarkan percobaan yang kemudian berkembang menjadi applied science atau technology.

Islam mendorong ummatnya untuk selalu berupaya mengembangkan sains seperti tercantum dalam QS Al-‘Alaq: 1-5 :

Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari ‘alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah. Yang mengajar manusia dengan pena, mengajar manusia apa yang tidak diketahuinya.”

Iqra’ terambil dari akar kata yang berarti menghimpun. Dari menghimpun lahir aneka makna seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti, mengetahui ciri sesuatu, dan membaca baik teks tertulis maupun tidak. Wahyu pertama itu tidak menjelaskan apa yang harus dibaca, karena Al-Quran menghendaki umatnya membaca apa saja selama bacaan tersebut bismi Rabbik, dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan. Iqra’ berarti bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilah ciri-ciri sesuatu; bacalah alam, tanda-tanda zaman, sejarah, maupun diri sendiri, yang tertulis maupun yang tidak. Alhasil, objek perintah iqra’ mencakup segala sesuatu yang dapat dijangkaunya.

#kkldr2020
#iainpadangsidimpuan

Postingan asli 👉klik disini

ekonomi

Bulan dzulhijjah

Nama: asminayanti
Nim: 1720500030
Prodi: pgmi
Dpl: Mariam Nasution M.Pd

# Kkl-dr 2020 iain padangsidimpuan

Bulan Dzulhijjah adalah waktu bagi umat Islam melaksanakan ibadah qurban di hari raya Idul Adha. Sebenarnya amalan apa pun bentuknya boleh dilakukan di bulan Dzulhijjah, seperti memperbanyak sholat sunnah tahajud, dhuha, sedekah, membaca Alquran dan lain-lain.

Ustadz Muhammad Ajib dalam buku Fikih Kurban Perspektif Mazhab Syafi'i terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan, ada beberapa amalan khusus yang bisa dilakukan di bulan Dzulhijjah. Di antaranya puasa, ibadah haji, qurban, dzikir, dan sholat.  

Puasa

Disunnahkan bagi kita untuk berpuasa mulai dari tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah. Dalam hal ini Imam An-Nawawi mengatakan, di antara puasa sunnah adalah puasa sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah.

Dalam kitab al-Minhaj Syarah Shahih Muslim, Imam An-Nawawi dengan sangat tegas menyatakan puasa tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah sangat disunnahkan. Imam an-Nawawi berkata, "Bahkan sangat disunahkan untuk berpuasa di hari-hari ini, karena puasa termasuk amalan yang paling utama." (An-Nawawi, Syarah Sahih Muslim).

Dalam kitab Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab, Imam An-Nawawi juga kemudian memberikan dalil shahih mengenai syariat puasa tersebut. Yaitu hadits yang diriwayatkan oleh istri-istri Nabi Muhammad SAW.

"Dari Hunaidah Ibn Khalid, dari istrinya, dari istri-istri Nabi, mereka berkata, Rasulullah biasa berpuasa sembilan hari di bulan Dzulhijjah, berpuasa di hari Asyura, berpuasa tiga hari di setiap bulannya, puasa Senin pertama dan juga hari Kamis di setiap bulannya. (HR Abu Dawud, Ahmad, dan Nasa'i. Ahmad dan Nasa'i menambahkan, 'dan dua Kamis').

Dari kesembilan hari tersebut ada puasa yang disebut dengan puasa Arafah yaitu puasa pada 9 Dzulhijjah. Ada juga puasa tarwiyah yaitu puasa pada 8 Dzuhijjah.

"Dari Abi Qatadah ra berkata Rasulullah SAW bersabda, puasa hari Arafah menghapuskan dosa dua tahun, yaitu tahun sebelumnya dan tahun sesudahnya. Puasa Asyura menghapuskan dosa tahun sebelumnya. (HR Jamaah kecuali Bukhari dan Tirmizy).

Haji

Ibadah haji jelas memiliki kedudukan yang sangat penting dalam Islam. Meski hanya wajib atas mereka yang mampu, akan tetapi karena kerinduan yang dalam banyak orang berusaha untuk bisa mendapatkan panggilan Allah SWT agar menjadi tamu-Nya.

Salah satu keutamaan itu adalah mereka disebut sebagai tamu-tamu Allah. Maka kemuliaan apalagi yang akan dikejar seorang manusia jika dia sudah mendapatkan predikat tamu Allah.

Kemuliaan lain yang akan diperoleh tamu-tamu Allah itu adalah kemudahan jalan ke surga. Jika haji mereka mabrur, maka tidak ada balasan dari Allah kecuali surga. 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu berkata, Rasulullah SAW bersabda, dari satu umrah ke umrah yang lainnya menjadi penghapus dosa di antara keduanya. Dan haji yang mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga. (HR Bukhari dan Muslim).

 Jangan lupa coment and share


Minggu, 26 Juli 2020

"EKONOMI DALAM PERSPEKTIF ISLAM"


Karakteristik Ekonomi dalam Islam

Nama : Rizki Masriandi Martua Hsb
Nim : 1720100014
Jurusan : Pendidikan Agama Islam
DPL : Drs. Irwan Saleh Dalimunthe, M.A
--------------
Sebagai seorang Muslim yang taat kepada Allah dan Rasul-nya sepatutnya wajib mengetahui karakteristik Ekonomi dalam Islam, karena Islam adalah rahmatullil alamin.
Semoga bermanfaat.

#kkldr2020
#iainpadangsidimpuan

Postingan asli 👉Klik disini

Ekonomi dalam Perspektif Islam

Nama : Rizki Masriandi Martua Hsb
Nim : 1720100014
Jurusan : Pendidikan Agama Islam
DPL : Drs. Irwan Saleh Dalimunthe, M.A
---------------
Ekonomi sebagai salah satu komponen penting dalam percaturan dunia menjadi salah satu hal yang mesti diketahui setiap orang. Dalam agama Islam juga memiliki defenisi terkait Ekonomi.
Mari kita sama-sama ketahui Ekonomi dalam Perspektif Islam demi terwujudnya Ekonomi yang membawa jalan menuju surganya Allah SWT.

#kkldr2020
#iainpadangsidimpuan
#desahutapungkutjulukotanopan

Postingan asli 👉 Klik disini

"MENYAMBUT BULAN DZULHIJJAH" Bulan Dzulhijjah adalah salah satu dari 4 bulan haram, yaitu bulan Rajab, Dzulkaidah, Dzulhijjah,dan Muharram. Keutamaan yang Allah SWT tetapkan di empat bulan haram tersebut ialah di lipatgandakannya pahala bagi seseorang yang mengerjakan amalan shalih. Begitu pula, dengan perbuatan dosa yang dilakukan didalam bulan haram tersebut lebih besar pula dosanya di sisi Allah. Sehingga seorang hamba bisa meraih ketaqwaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, dengan semakin menjauhi kemaksiatan-kemaksiatan. #KKL_Dr2020 #IAINPadangsidimpuan


Keutamaan Bulan Dzulhijjah


Sabtu, 25 Juli 2020

Manfaat Air Wudhu


Keutamaan bulan Dzulhijjah

Nama: Rizki Masriandi Martua Hsb
Nim : 1720100014
Jurusan : Pendidikan Agama Islam
DPL : Drs. Irwan Saleh Dalimunthe, M.A
-----------------
Bulan penuh berkah dan ampunan dosa adalah bulan Dzulhijjah, mari perbanyak ibadah dalam bulan yang diberikan Allah SWT keutamaan.

#kkldr2020
#iainpadangsidimpuan
#desahutapungkutjulukotanopan

5 CARA PENCEGAHAN COVID-19



#kkldriainpsp2020
#iainpadangsidimpuan

inflasi

   Dalam ilmu ekonomi, inflasi merupakan suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (continue) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi 
masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang.[1] Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.

Inflasi dapat digolongkan menjadi empat golongan, yaitu
1.inflasi ringan
2. Inflasi sedang
3.inflasi berat, dan 
4. Inflasi hiperinflasi. 
    Inflasi ringan terjadi apabila kenaikan harga berada di bawah angka 10% setahun. 
    inflasi sedang antara 10%—30% setahun.
    Inflasi berat antara 30%—100% setahun.
dan inflasi hiperinflasi atau inflasi tak terkendali terjadi apabila kenaikan harga berada di atas 100% setahun.

Jangan lupa coment  and share 

Jumat, 24 Juli 2020

Mari kita berani untuk bersedekah


 

Sedekah (Bahasa Arab transliterasi: sadakah) adalah pemberian seorang [Muslim] kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah lebih luas dari sekedar zakat maupun infak. Karena sedekah tidak hanya berarti mengeluarkan atau menyumbangkan harta. Namun sedekah mencakup segala amal, atau perbuatan baik. Dalam sebuah Hadist digambarkan, “ Memberikan senyuman kepada saudaramu adalah sedekah.”

BERDIRI DIANTARA AKAL DAN HAWA NAFSU




BERDIRI DIANTARA AKAL DAN HAWA NAFSU

Oleh: Khalid Nusardi

 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Alhamdulillah, Alhamdulillahi wakafa, wahdahu wassholatu ‘ala Rosulillahil mustafa, wa’ala alihi wamal wafa. Ashadu alla ilaha ilallah wasyhadu anna muhammadan ‘abduhu warosuluh, wala nabiya ba’dahu.

Kama Qola ta’ala fil Qur’anil ‘aziz, ‘audzubillahi billahissami’l ‘alim, minasyyaithonirrojim allasi la’natullahi alaih. Bismilahirrahmanirrahim.

إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ تَتَنَزَّلُ عَلَيۡهِمُ ٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ أَلَّا تَخَافُواْ وَلَا تَحۡزَنُواْ وَأَبۡشِرُواْ بِٱلۡجَنَّةِ ٱلَّتِي كُنتُمۡ تُوعَدُونَ

Artinya: Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan Syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu". (Fusshilat 30)

 

Pada pertemuan kali ini kita akan membahas sebuah tajuk “BERDIRI DI

ANTARA AKAL DAN HAWA NAFSU” sebagaimana yang tertulis dalam buku Nasehat Buat Hamba Allah Karangan sekh Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi:

Sebagaimana dikatakan:

Beruntunglah orang yang menjadikan akalnya sebagai pemimpin dan hawa nafsunya sebagai tawaran. Dan Celakalah orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai pemimpin, dan akalnya sebagai tawanan.

 

Orang yang akalnya menjadi pemimpin dan hawa nafsunya menjadi tawanan, dialah orang yang beruntung dengan mendapatkan kebaikan yang banyak. Dia mengikuti kehendak akal sehatnya yang sempurna dan mencegah kecenderungan hawa nafsunya untuk melakukan sesuatu yang bukan menjadi panggilan syara. Sementara orang yang hawa nafsunya menjadi pemimpin dan akalnya menjadi tawanan adalah orang yang sangat celaka. Dialah orang yang akalnya tidak lagi berfungsi untuk berfikir terhadap nikmat-nikmat Allah dan mrenungkan keagungan-Nya. (Nasehat Buat Hamba Allah : Muhammad Nawawi bin Umar Al-Jawi)

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwasanya Akal adalah satu-satunya hal yang membedakan Manusia dengan makhluk Allah swt yang lain seperti hewan dan tumbuhan. Akal adalah sebuah kelebihan bagi manusia yang digunakan sebagai alat untuk berfikir dan mempertimbangkan sesuatu. Sebagaimana kita lihat hewan dan tumbuhan tiada memilikinya. Pernahkah kita perhatikan bersama bahwa kebanyakan hewan allah ciptakan postur tubuhnya sejajar antara kemaluan dan kepalanya, sebagaimana kucing, kerbau, dan lainnya, atau setidaknya hampir mendekati kesejajaran antara kemaluan dan kepalanya. Hal tersebut karena akal Hewan setara dengan kemaluannya, mereka memiliki otak namun tidak memiliki akal, mereka memiliki perasaan (Naluri) namun tak memiliki akal, selain itu bagi mereka hidup hanya untuk makan.  Dalam pandangan seorang Filsuf Akal adalah alat yang menjadi metode untuk metode berfikir untuk mencari kebenaran atas sesuatu.

Kemudian Hawa nafsu, hawa nafsu adalah diri kita sendiri, sebagaimana secara bahasanya nafsu yang asal katanya dari bahasa arab Nafs yang artinya diri sendiri, kemudian Hawa yang dinisbatkan dari siti hawa yang mana ibu dari ummat manusia yang pernah terbujuk nafsunya oleh syetan untuk memakan buah khuldi hingga diusir dari Jannahtul Firdaus. Orientasi Hwa nafsu bukan hanya pada konteks Seksual semata, akan tetapi Orientasi dari hawa nafsu adalah segala hal yang mencakup keinginan, kebutuhan dan hasrat Manusia, seperti nafsu makan, minum, ketenangan, dll.

Sebagaimana beberapa kata kata mutiara mengatakan “Musuh terberat yang sebenarnya adalah Diri sendiri” hal tersebut memang benar kata Diri Sendiri tersebut adalah hawa nafsu itu. Memang benar, Perbedaan yang paling signifikan antara manusia dan malaikat adalah menusia diciptakan dengan hawa nafsu sementara Malaikat diciptakan tanpa hawa nafsu, hal itulah yang diciptakan Allah swt sebagai alasan apabila manusia yang melakukan amal saleh diberi balasan yang berlipat-lipat ganda atas pahalanya walaupun dia sering melakukan dosa selain syirik, sementara malaikat Allah swt yang tak pernah berbuat kesalahan atau dosa yang selalu senantiasa beribadah, bertasbih kepada Allah swt setiap detiknya hanya diberi 1 (satu) pahala atas ibadah malaikat tersebut.

Hal itulah yang menjadikan malaikat heran Mengapa Allah swt sangat Menyayangi Hambanya yang beribdah dan selalu mengingat diri-Nya, hal itu karena manusia selalu berperang melawan dirinya sendiri terlebih dahulu. Tak seperti malaikat yang tak memiliki hawa nafsu sehingga tak ada halangan dan tantangan dalam melakukan ibadah kepada allah swt. Berdiri di antara akal dan hawa nafsu merupakan sebuah perkara yang cukup memberatkan, bagaimana tidak karena bagi sebagian manusia yang masih memperturutkan hawa nafsunya sangat sulit bagi dirinya untuk mengontrol dirinya untuk menuruti hawa nafsunya dalam hal melakukan kejahatan atau kenistaan, berbeda dengan orang yang menjadikan akalnya sebagai pedoman dan hawa nafsunya sebagai tawaran. Alanglkah lebih baiknya jika hidup ini dijalani dengan menempatkan hawa nafsu sebagai tawaran, akal dijadikan sebagai pemegang kendali atas hawa nafsu tsb, bukan sebaliknya nafsu yang dijadikan sebagai pengendali atas akal. Akal pada dasarnya akan membuat manusia berfikir lebih logis dan relistis, sedangkan hawa nafsu hanya akan membuat manusia sukar untuk mempertimbangkan sesuatu, yang terpenting bagi hawa nafsu adalah memenuhi suatu keinginan tersebut apapun caranya, karena hawa nafsu adalah media bagi syetan untuk membisikkan kelicikannya untuk menyesatkan manusia.

Sebagaimana dalam sebuah riwayat pernah menceritakan awal mula Allah swt menciptakan hawa nafsu yang ketika itu dia selalu melawan allah berkali kali. Ketika allah menciptaka  ruh dan allah bertanya siapa Allah dan siapa dia, ruh menjawab Engkau adalah Tuhanku dan aku adalah hambamu’’ sementara hawa nafsu menjawab ‘’aku adalah aku dan engkau adalah engkau’’ kemudian Allah melemparkannya ke api neraka untuk memberitahunya betapa amat besar kuasanya kemudian sang Nafsu memohon ampun kemudian Allah memsangkan Nafsu ke dalam diri manusia.

Manusia yang mempertuhankan hawa nafsunya tak ubahnya seperti binatang sebagaimana kedudukan manusia itu berpindah kebawah menjadi lebih terhina. Namun bagi manusia yang mampu mengontrol hawa nafsunya bahkan yang kuat dan tidak memperdulikannya tak ubahnya menjadi malaikat bahkan lebih mulia dari malaikat sebagaimana perpindahan kedudukan manusia itu menjadi lebih mulia dan bermartabat. Jadi, marilah kita sadari diri kita sendiri di posisi mana kita berdiri sekarang ini, apakah kita termasuk manusia yang berpihak pada hawa nafsu atau manusia yang berpihak pada akal. Apakah kita manusia yang menjadikan akal sebagai pengontrol hawa nafsu, atau apakah kita manusia yang menjadikan hawa nafsu sebagai pengontrol akal.

Allah menciptakan Syurga dengan berpagarkan ujian dan cobaan, sementara allah menciptakan neraka berpagarkan nafsu dan kesenangan. Dalam hakikat ini kita manusia jangan sampai lupa bahwa nafsu hanyalah menuntun kita pada kesenangan duniawi yang fana, semua hal di dunia yang selalu ada batasnya bersenang-senangpun suatu saat akan bosan, berjibaku dengan kesibukan pun suatu saat akan bosan, tidak seperti kesenangan ukhrawi yang kekal abadi. Tiada kebosanan atau kejenuhan hingga masa yang tiada pernah ada akhirnya. Semua itu hanya bisa didapatkan dengan menekan hawa nafsu dan mengontrol diri.

Demikian pembahasan kita kali ini, marilah kita sama-sama meningkatkan ketaqwaan kepada allah swt. sesungguhnya tiada yang lebih baik dari itu. Semga pembahasan kali ini mendapatkan berkah dari Allah swt dan bermanfaat bagi pembaca sekalian dan orang lain serta diri penulis tentunya. Wabillahi taufik wal hidayah.

 

Wasaalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

 

#kkldriainpsp2020

#iainpadangsidimpuan

#pendidikansertadakwahkeagamaanislamdenganmemanfaatkanmediasosial


#Manfaat air wudhu#


    

#manfaat air wudhu#

Wudhu merupakan aktivitas yang dilakukan oleh orang untuk mensucikan diri dari hadast dan Cara Membersihkan Najis kecil dengan menggunakan air yang dilakukan dalam agama islam sebelum melakukan sholat. Wudhu biasanya dilakukan pada hendak melaksanakan shalat karena merupakan salah satu rukun shalat. Selain menggunakan air wudhu juga bisa digantikan dengan debu yang disebut dengan Cara Wudhu Tayamum. Sebelum berwudhu sangat dianjurkan untuk membaca niat.(Baca : Keutamaan Menjaga Wudhu)

#kkl dr iain psp
#25 juli 2020
Nama:siti Aminah
    Nim:1720200036
Jurusan: tadris matematika.

*MANFAAT AIR WUDHU* Wudhu merupakan suatu perkara yang dilakukan oleh umat muslim sebelum melaksanakan ibadah sholat. Dalam Islam, manfaat air wudhu sendiri untuk menghilangkan hadas besar dan hadas kecil agar pada saat melaksanakan ibadah sholat dalam keadaan suci dan bersih. Selain mendatangkan kebersihan sebelum melakukan ibadah, air wudhu juga bermanfaat untuk kesehatan tubuh. #KKL_Dr2020 #IAINPadangsidimpuan


Berkenalan dengan covid-19


 

BerkrBerk dengan covid-19
Apa itu COVID-19?

COVID-19 adalah penyakit menular yang disebabkan oleh jenis coronavirus yang baru ditemukan.  Virus baru dan penyakit yang disebabkannya ini tidak dikenal sebelum mulainya wabah di Wuhan, Tiongkok, bulan Desember 2019. COVID-19 ini sekarang menjadi sebuah pandemi yang terjadi di banyak negara di seluruh dunia

KKL-DR IAIN Padangsidimpuan
24 juli 2020
Nama : Siti Aminah
Nim:1720200036
Jurusan: tadris matematika

3 Manfaat Wudhu-Relasi agama dan kesehatan (sains) dengan tepat



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Mohon dukungan dan Apreasiasi dari saudara/i sekalian atas kegiatan KKL-DR kami berupa Like, Comment, Subscribe dan Follow atas segala kegiatan dan beberapa Publikasi Content kami secara secara Online di Media Sosial. 
Semoga segala Kegiatan dan Content saya dalam KKL-DR ini dapat memberi Manfaat dan menjadi Inspirasi Bagi Orang lain.

Facebook : https://www.facebook.com/khalid.nusardi

Instagram : https://www.instagram.com/invites/contact/?i=1hfp52kwmicwp&utm_content=30oq356

Youtube : https://m.youtube.com/channel/UCZD34agH_4sNg95FLjgfsow

Blog : https://myhutapungkutjulu.blogspot.com

SEHAT ISLAMI



#KKL-DR 2020
#IAIN Padangsidimpuan
#JagaKesehatan

Kamis, 23 Juli 2020

relasi agama

relasi agama dan kesehatan

habalum minannas

Islam bukanlah agama yang memerintahkan untuk hanya cukup beribadah saja kepada Allah tanpa memikirkan kehidupan dunia dan menjaga hubungan baik sesama muslim, begitu pun sebaliknya tidak juga hanya mengejar baik dengan manusia saja sebagai sesama makhluk sosial.

Setiap ibadah yang diperintahkan Allah tentunya bertujuan untuk meningkatkan hubungan vertikal dan horizontal secara seimbang. Hubungan vertikal yaitu hubungan ubudiyah kita kepada Allah (Hablumminallah), sedangkan hubungan horizontal adalah hubungan muamalah kita kepada sesama muslim dan makhluk Allah lainnya (Hablumminannas).

Bahkan, salah satu karakteristik utama masyarakat Islam di masa Rasulullah SAW adalah adanya iman dan taqwa yang kuat kepada Allah SWT, itu sejalan dan berbanding lurus dengan terciptanya ukhuwah Islamiyah dengan sesama muslim sehingga lahirnya persatuan umat Islam yang kuat. 

"Karakteristik utama masyarakat Islam di masa Rasulullah SAW itu adalah semakin kuat iman dan taqwanya kepada Allah dengan ibadahnya, maka akan semakin baik terjaga ukhuwah Islamiyah dengan sesama muslim. Justru ibadahnya seseorang muslim itu bermasalah, jika dia itu tidak baik hubungannya dengan sesama muslim lainnya," ungkap Ustaz Gamal Akhyar.

Dalam pelaksanaan ibadah ‎shalat misalnya, yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam yang mendoakan seluruh makhluk yang ada di bumi ini. Artinya dalam bacaan shalat pun ada hubungan antara Allah dan sesama manusia.
buah dari ketaqwaan kepada Allah dalam bentuk hablumminannas itu diungkapkan dalam Alquran antara lain dalam Surat Ali Imran ayat 133-134

Artinya, "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan"

"Salah satu ciri orang bertaqwa adalah bisa menahan marah dan mudah memaafkan kesalahan orang lain. Kita mungkin sering menemui orang lain yang kerap menyakiti dan menzalimi kita, bahkan apabila dia datang seolah sangat menyebalkan. Dimata kita semua perilakunya dan perkataannya adalah menyebalkan. Ketika kita pernah mengalami hal itu adalah indikasi bahwa kita sulit memaafkan orang lain. Padahal bagi orang bertaqwa itu, kesalahan kepada kita itu harus dibalas dengan senyum gampang memaafkan, jangan sampai menyimpan dendam berlarut," 

Untuk itu marilah kita menjalin ukhwah islamiayah yang kokoh. 

#KKL-DR IAIN Padangsidimpuan
#kkl-dr 2020
DPL: Mariam Nasution M. Pd

Jangn lupa coment and share ya teman"

DEDIKASI TERHADAP ANAK



#KKL-DR 2020
#IAIN Padangsidimpuan
#GERMAS




Manfaat Makanan Halal



Nama : Rizki Masriandi Martua Hsb
Nim : 1720100014
Jurusan : Pendidikan Agama Islam
Kelompok : 1 (satu)
DPL : Drs. Irwan Saleh Dalimunthe, M.A
------------
Makanan yang halal adalah komponen penting dalam Islam. Sebagai Muslim yang taat maka semestinya mengkonsumsi makanan yang halal sebagai pemacu dalam ibadah nya.
Mari bersama kita ketahui apa saja manfaat dari memakan makanan halal.

#kkldr2020
#iainpadangsidimpuan
#desahutapungkutjulukotanopan

"INDAHNYA KEBERAGAMAN AGAMA DAN SUKU YANG MENYATUKAN INDONESIA" Sejarah Indonesia menunjukkan pertengkaran sesama anak bangsa terjadi bukan karena keberagaman agama dan suku, tetapi cenderung akibat egosentris kelompok kecil masyarakat yang terkadang mencoba memprovokasi warga lain. Agamalah yang punya peran penting untuk merubah, menyatukan dalam kebaikan menuju keindahan dalam kesatuan. Disinilah kita perlu memiliki sikap toleran, toleransi juga dapat diartikan sebagai suatu sikap saling menghormati dan menghargai antar kelompok/antar individidu baik itu dalam masyarakat maupun dalam lingkungan yang lain. Sikap toleransi dapat menghindari terjadinya perpecahan, walaupun banyak terdapat kelompok/golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat. Misalkan menghargai pendapat mengenai pemikiran orang lain yang berbeda dengan kita, serta saling tolong menolong antar sesama manusia tanpa memandang suku, ras, agama, dan antar golongan. Seperti yang tercantum dalam QS. Al-Hujurat:13: يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal". Maka disinilah kita melihat makna persaudaraan harus benar-benar dikuatkan jangan malah dipersempit menjadi pribumi dan non pribumi. Memang, setiap dari penduduk memiliki tujuan dan cita-cita yang berbeda dan agama yang berbeda-beda pula. • • #KKL_Dr2020 #IAINPadangsidimpuan


MODERASI BERAGAMA – PENGANTAR DAN IMPLEMENTASI SINGKAT DALAM MASYARAKAT



KHALID NUSARDI/1740200082/Ekonomi Syariah


Moderasi beragama, berasal dari dua kata yaitu moderasi dan beragama. Dilansir dari Suara patani.com pada judul “Islam Yang Wasathaniyyah Adalah Solusi” kata moderasi berasal dari kata latin “Moderatio” yang artinya “Kesedangan” yang artinya “Tidak Kelebihan Dan Tidak Kekurangan”, Kata itu juga berarti penguasaan diri (dari sikap sangat kelebihan dan kekurangan).  Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyediakan dua pengertian kata moderasi, yakni:

1. n pengurangan kekerasan, dan

2. n penghindaran keekstreman.

Jika dikatakan, “orang itu bersikap moderat”, kalimat itu berarti bahwa orang itu bersikap wajar, biasa-­biasa saja, dan tidak ekstrem. Sedangkan kata beragama berasal dari kata “agama” yang ditambah imbuhan “ber” ,enjadi “beragama” yang artinya “Orang-Orang Yang Memiliki Agama”

Dalam bahasa Inggris, kata moderation sering digunakan dalam pengertian average (rata-­rata) sebagai mana dalam sebuah forum “Moderator” adalah sebuah istilah untuk orang yang menjadi penengah dalam sebuah acara diskusi atau perdebatan, Moderator ialah orang yang Netral yang tidak berpihak pada sisi manapun dalam diskusi, tugasnya ialah mencari jalan tengah dari jalannya diskusi, kata Moderasi dalam bahasa inggris Moderation sering disinonimkan dengan ; core (inti), standard (baku), atau non-aligned (tidak berpihak). Secara umum, moderat berarti mengedepankan keseimbangan dalam hal keyakinan, moral, dan watak, baik ketika memperlakukan orang lain sebagai individu, maupun ketika berhadapan dengan institusi negara. (suara patani.com : 2019)

Dari tulisan di atas dapat kita simpulkan bahwa Moderasi Beragama artinya orang yang menganut agama dengan faham yang netral atau tdak berpihak pada faham apapun. Orang berfaham islam moderat berlawanan dengan orang yang berfaham islam radikal, atau ekstrimisme, karena berfaham moderat artinya adalah mengikuti faham kebiasaan orang-orang pada umumnya. Artinya, moderasi beragama merupakan orang orang yang mengikuti faham agama tanpa terikat pada suatu faham di luar faham agama yang independen. Sebagaimana yang telah di tulis diatas orang yang menganut suatu faham di luar faham ke-Netralan seperti radikalisme, atau ektrimisme tidak tergolong dalam moderat. Namun perlu kita ketahui istilah ekstrimisme dan radikalisme berlaku pada semua umat beragama, karena walaupun dalam konteks umat beragama sejatinya ekstrimisme dan radikalisme tidak terdapat pada ajaran atau tuntunan agama tertentu, akan tetapi ektrimisme dan radikalisme terdapat pada pola fikir orang dalam agama tertentu tersebut. Menurut saya ektrimisme dan radikalisme yang mejadi lawan dari moderat lebih tepat disebutkan sebagai metode berfikir, sehingga metode berfikir yang demikian inilah yang melahirkan pola fikir yang radikalisme dan ekstrimisme.  Jadi sangat Salah bagi orang-orang yang  beranggapan bahwa eksrtimisme dan radikalisme hanya cocok disandingkan ataudikaitkan hanya pada agama tertentu.

Moderasi beragama  saat ini di Indonesia sedang ramai diperbincangkan bahkan sampai digalangkan sebagai solusi atas masalah yang terdapat pada toleransi umat beragama. Munculnya spekulasi “Islamophobia” di dunia dan Spekulasi “islam Radikal-Radikul” di Indoesia seolah-olah menjadi momok atau memunculkan ketakutan tertentu pada kalangan masyarakat tertentu. Sehingga ada pihak-pihak yang memanfaatkan spekulasi ini untuk menjatuhkan agama islam atau mengkambingkan hitamkan, bahkan seolah-olah menjadikan agama islam ini adalah agama yang berbahaya, padahal pihak-pihak tersebutlah para ekstrimis dan radikalis yang sesungguhnya. Rasulullah saw membawa Islam hadir dunia ini sebagai rahmat bagi sebagian alam; sebagaimana firman Allah swt dalam surah al anbiya ayat 107:

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ

Artinya: Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.

Sebagaimana dalam tafsir makna dari surah al-anbiya ayat 107 ini adalah “Dan Kami tidaklah mengutus engkau -wahai Muhammad- melainkan sebagai rahmat bagi semua makhluk, disebabkan mulianya sifatmu berupa rasa komitmen dan tekad untuk memberikan hidayah pada manusia dan menyelamatkan mereka dari azab Allah”.

Islam juga adalah agama yang mengajarkan Toleransi hal ini dibuktikan dalam firman Allah swt surah al-kafirun ayat 6:

لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ دِينِ

Artinya: Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku

Sebagaimana dalam tafsir surah Al-Kafirun ayat 6 ini adalah: “Bagi kalian agama kalian yang telah kalian buat untuk diri kalian sendiri dan bagiku agamaku yang diturunkan Allah kepadaku”

    maka dari itu sangat salah bagi spekulasi atau orang-orang yang selalu mengarahkan islitah Intoleran terhadap umat islam, bagi saya orang-orang tersebutlah yang gagal dalam metode berfikir logis, bagaimana mungkin karena atas dasar kesalahan beberapa kelompok tertentu menjadi alasan bagi spekulasi menyalahkan ke ajarannya. Jika dikaji lebih dalam bahkan agama yang dimilikinya pula memiliki kesalahan yang sama bahkan mungkin lebih parah dari yang dituduhkannya. Hal ini jugalah yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang menentang adanya Tuhan dengan mengadu domba umat beragama, orang-orang seperti inilah yang seharusnya kita waspadai karena akan sangat berbahaya memunculkan perpecahan antar-umat beragama, Sejatinya semua agama mengajarkan dan menuntunkan kebaikan dan kedamaian, semakin dalam seseorang memahami agamanya maka semakin dekat ia dengan kebenaran.

#kkldriainpsp2020
#iainpadangsidimpuan