Desa hutapungkut Julu terletak di kecamatan kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara. Desa Hutapungkut Julu adalah desa yang kaya akan pertambangan, seperti Tambang Emas, kandungan atom, Agraria, hasil perkebunan seperti; Karet, Kopi, Sayuran.
Cari Blog Ini
Kamis, 20 Agustus 2020
Rabu, 19 Agustus 2020
7 USAHA KEKINIAN DARI SMARTPHONE
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Mohon
dukungan dan Apreasiasi dari saudara/i sekalian atas kegiatan KKL-DR kami
berupa Like, Comment, Subscribe dan Follow atas segala kegiatan dan beberapa
Publikasi Content kami secara secara Online di Media Sosial. Semoga segala
Kegiatan dan Content saya dalam KKL-DR ini dapat memberi Manfaat dan menjadi
Inspirasi Bagi Orang lain.
Facebook : https://www.facebook.com/khalid.nusardi
Instagram : https://www.instagram.com/invites/con...
Youtube:https://www.youtube.com/channel/UCZD34agH_4sNg95FLjgfsow/videos?view_as=subscriber
Blog : https://myhutapungkutjulu.blogspot.com
#kkldriainpsp2020
Selasa, 18 Agustus 2020
"Moderasi Beragama"
Dengan moderasi agama, kita akan menjalankan agama sesuai dengan apa yang telah dibawa oleh Nabi Muhammadid kepada kita. KH. Mustafa Bisri menganalogikan bahwa moderasi agama ibarat perintah makan dan minum tanpa harus berlebih-lebihan (Al-A'raf : 31). Kita tentu tahu bahwa radikalisme agama, atau konflik kekerasan yang banyak terjadi karena adanya prilaku berlebihan sehingga mereduksi nilai keadilan sebagai pondasi utama bermasyarakat. Agama dalam hal ini juga tentu harus dipahami dengan pemahaman yang adil agar tidak menimbulkan prilaku yang berujung pada konflik.
Jumat, 14 Agustus 2020
POTENSI DAN KEUNIKAN DESA HUTAPUNGKUT JULU
POTENSI DAN KEUNIKAN YANG DIMILIKI DESA HUTAPUNGKUT JULU
Oleh: Khalid Nusardi
#kkldriainpsp2020 #iainpadangsidimpuan
1. 1.Perkebunan
Desa hutapungkut julu adalah desa yang dikelilingi perbukitan kecil hingga besar, kemudian daerah yang dikaruniai memiliki kandungan kadar emas yang sangat tinggi, bagaimana tidak bahkan tanah yang di injak saja beberapa meter dibawahnya kemungkinan besar mengandung emas, aliran sungai besar maupun kecil sampai ke parit parit warga jika di dulang selalu saja menghasilkan emas. Hal tersebut sudah diteliti dan dibenarkan oleh beberpa peneliti yang pernah datang ke desa untuk melakukan penelitan tentang kadar Emas yang dimiliki desa.
Jika ditinjau dari sudut pandang empiris tentang Penamaan Desa sebagai “Huta dan “pungkut”, sesepuh desa selalu bercerita alasan diberi nama Huta Pungkut adalah “Huta” yang berarti desa atau kampung bisa juga wilayah tempat tinggal, dan “Pungkut” yang artinya “Emas” entah ini secara kebetulan atau sudah diketahui oleh sesepuh sebelumnya bahwa desa hutapungkut julu identik dengan kadar emas tinggi yang dimilikinya, biarlah hal tersebut menjadi salah satu misteri yang belum terpecahkan
Pertambangan emas sudah mulai banyak bertebaran di desa, kegiatan pertambangan dilakukan di kebun milik pribadi dengan sekelompok pekerja dengan upah “karangen” atau batu tambang yang mengandung emas. Karangen tersebut digiling dalam sebuah penggiling khusus batu yang mengandung emas dyang disebut “galundung/gilingan”. Galundung/gilingan tersebut biasanya memanfaatkan aliran air sebagai tenaga untuk memutarnya namun akhir akhir ini sudah banyak bermunculan galundung/gilingan yang memanfaatkan tenaga mesin sebagai alat penggeraknya.
Sayangnya kegiatan pertambangan di desa masih belum memiliki legalitas yang resmi dengan kata lain kegiatan pertambangan tersebut ilegal walaupun dilakukan di kebun milik pribadi. Pada umumya kegiatan pertambangan seperti ini sudah banyak terjadi di Indonesia. Pemilik tambang yang sukar membuat legalitas karena rumitnya prosedur dan hasil tambang yang tidak menentu belum lagi beberapa aktivitas pungli yang sering dilakukan oleh oknum-oknum yang bertanggung jawab.
3. Pariwisata
Desa hutapungkut memiliki segudang lokasi bersejarah dan unik, hal tersebutlah yang menjadi dasar bagi penulis menjadikan pariwisata sebagai salah satu daftar potensi yang dimiliki desa hutapungkut Julu. Adapun beberapa potensi pariwisata tersebut adalah;
Goa Borala
Goa Borala adalah goa bersejarah yang memiliki kisah yang banyak dari beberapa sisi, mulai dari asal ditemukannya goa, kisah anak raja yang terjadi di goa, hingga kisah goa yang jadikan tempat persembunyian saat perjuangan kemerdekaan dahulu. Goa tersebut dinamakan goa borala karena dahulu goa tersebut pertamakali ditemukan oleh orang memiliki kepercayaan animisme, sehingga ada semacam patung atau gambar di perut goa yang dijadikan sebagi media sembahan, yang dalam bahasa indoensia kita kenal dengan nama “Berhala” kemudian kata tersebutlah bertransformasi menjadi “Borala”
KEGIATAN TAUSIYAH "MUHASABAH DIRI" SERTA PENGUMUMAN LOMBA MTQ
Hari ke 28 Membuat kegiatan tausiyah, sekaligus pengumuman pemenang lomba MTQ desa hutapungkut julu. #kkldriainpsp2020 #iainpadangsidimluan
Dikirim oleh Khalid Nusardi Dlt pada Jumat, 14 Agustus 2020
https://www.facebook.com/100007872726904/posts/2635727730032959/?app=fbl
Tips produktif bekerja dan belajar dari rumah
Moderasi Beragama
Kamis, 13 Agustus 2020
PENTINGNYA MODERASI BERAGAMA
PENTINGNYA
MODERASI BERAGAMA
Oleh:
khalid nusardi
Mahasiswa
IAIN PADANGSIDIMPUAN
Moderasi beragama adalah cara pandang kita dalam beragama secara
moderat, yakni memahami dan mengamalkan ajaran agama dengan tidak ekstrem, baik
ekstrem kanan maupun ekstrem kiri (radar jember pos). Moderasi beragama berarti
menjalani kehidupan beragama dalam prinsip yang moderat, moderat bermakna
netral ataupun memilih jalan tengah diantara beragam macam pemahaman dalam
internal agama. Moderasi beragama maksudnya tidak mengikuti faham beragama yang
ekrtimis, intoleran dan fanatisme berlebihan.
Menteri Agama Lukman
Hakim Saifuddin mengajak kaum millenial dapat
memahami sikap moderasi beragama. Sebab, sikap ini menjadi formula ampuh dalam
merespons dinamika zaman di tengah maraknya intoleransi, ektremisme dan
fanatisme berlebihan yang bisa mencabik kerukunan umat beragama di Indonesia.
Maka dari itu sangat penting bagi kita memahami dan mengimplementasikan sikap
moderasi beragama dalam kehidupan bernegara, sebab dampak yang ditimbulkan oleh
sikap non moderasi beragama sangat merusak kehidupan beragama dan bernegara.
Oleh sebab itu, penting bagi kita mengetahui sebab sebab kita
sebagai warna negara harus memahami pentingnya moderasi beragama, sebab
tersebut antara lain:
1.
Mencegah dinamika intoleransi, ektremisme, dan fanatisme berlebihan
mempertahankan kerukunan antar umat beragama
Sebab yang pertama kita harus memngetahui dan mengimplementasikan
moderasi beragama adalah agar mencegah sikap intoleransi, yang berarti tidak
dapat mengahargai perbedaan dalam beragama, kemudian ektrimisme yang berujung
pada kekerasan bahkan pembunuhan serta penghilangan nyawa manusia, kemudian
fanatisme yang berlebihan yaitu terlalu terpaku pada satu pemahaman dan tidak
mau menerima pemahaman yang lain. Dengan moderasi beragama hal ini dapat
dicegah.
2.
Menghargai perbedaan keyakinan umat beragama
Sebab selanjutnya adalah agar kita sesama manusia dalam konteks
warga negara dapat memiliki sikap toleransi antar umat beragama. Hal ini
tentunya sangat penting dalam menjaga kerukunan bersama.
3.
Menjaga keutuhan NKRI.
Menjaga keutuhan NKRI merupakan tujuan utama dari selutuh rakyat
indonesia. Bahkan, perjuangan yang dilakukan oleh pendahulu-pendahulu kita
sebelumnya adalah hal ini. Sikap non moderasi beragama dapat menimbulkan
konflik yang berujung kekacauan yang akhirnya akan memecah belah kesatuan
negara republik indonesia, tak terbayangkan bagaimana kekacauan yang terjadi
apabila kerusakan NKRI tersebut benar-benar terjadi.
4.
Menghindari perpecahan internal dan eksternal agama.
Kemudian sebab yang selanjutnya adalah menghindari perpecahan
internal dan ekternal agama. Maksudnya ialah, perpecahan dalam suatu agama yang
sama sama diyakini atau dalam satu lingkup keyakinan yang sama bahkan bisa
terjadi karena sikap non moderasi beragama, karena ada faham faham yang
menimbulkan dampak buruk yang tadi.
5.
Menjaga marwah dan kesucian Agama yang diyakini.
Hal yang penting selanjutnya adalah menjaga marwah dan kesucian
agama yang diyakini. Jika sikap non moderasi beragama diterapkan maka sudut
pandang lain yang timbul adalah bad image yang akan menempel pada keyakinan
orang yang melakukan tindakan non moderat dalam beragama tersebut. Contohnya
saja bagaimana paradigma “islamophobia” yang melanda warga dunia barat atas
tindakan sekelompok kecil ektstrimis atau tindakan yang tidak manusiawi yang
dilakukan oleh warga hinduism terhadap rakyat rohingya yang ada di Myanmar dan
bahkan hal yang sama juga terjadi di Patani, Thailand.



















