Pengertian dan Dasar Ekonomi Islam
Ekonomi dalam islam adalah satu kesatuan dengan ajaran islam lainnya. Ekonomi tidak dapat dipisahkan dengan aturan shalat, puasa, berumah tangga, dan aturan lainnya. Jika ada umat islam yang menganggap dirinya muslim, maka ia tidak boleh menolak aturan islam dengan aturan ekonomi islam. Islam dan Ekonomi adalah satu kesatuan yang tidak dipisah satu per satu bagian.
Banyak yang berpikiran bahwa ekonomi berbeda dengan islam. Islam hanya mengatur ibadah sedangkan tidak mengatur ekonomi. Tentu saja ini keliru. Islam adalah agama rahmatan lil alamin yang artinya mengatur keseluruhan sektor manusia. Untuk itu segala aktivitas manusia mengarah pada landasan dan prinsip islam.
Ekonomi dalam Islam diantaranya mengatur hal-hal seperti:
- Cara Berhutang
- Menunaikan zakat
- Transaksi Jual Beli
- Membeli Mata Uang
- Melarang riba
- Cara Menunaikan Transaksi dengan Akuntable
- dsb
Untuk itu, ekonomi dalam islam bersifat prinsip-prinsip dasar. Sedangkan teknisnya tergantung kepada zaman yang berkembang dan teknologi yang digunakan. Selagi tidak melanggar prinsip dasar ekonomi islam tentu tidak menjadi masalah dan itu di bolehkan dalam islam.
Misalnya saja, menggunakan online untuk jual beli. Selagi masih ada akad dan kejelasan barang atau jasa yang ditawarkan serta jelas halal-haramnya barang tersebut, maka ulama-ulama memperbolehkan.
Prinsip dan Karakteristik Ekonomi dalam Islam
Di dalam Islam, masalah ekonomi diatur secara jelas. Ada beberapa hal teknis yang islam tidak mengaturnya secara rigid dan manusia bisa mengembangkan ekonomi tersebut sesuai dengan perkembangan teknologi. Namun, ada beberapa hal yang menjadi prinsip ekonomi islam dan hal ini tidak bisa berubah.
Prinsip ekonomi dan karakteristik islam sepanjang zaman dan perkembagan zaman tidak akan berubah dan harus diikuti. Hal ini bukan membatasi manusia, melainkan menjaga hukum ekonomi dan transaksi tersebut dapat saling menguntungkan dan mendapatkan keadilan darinya.
Berikut adalah prinsip dan karakteristik ekonomi islam yang dapat kita pahami dan juga terapkan dalam kehidupan keseharian atau bisnis yang kita miliki.
- Keadilan dan Keseimbangan
“Dan janganlah kamu dekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih bermanfaat, hingga sampai ia dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak memikulkan beban kepada sesorang melainkan sekedar kesanggupannya. Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, kendatipun ia adalah kerabat(mu), dan penuhilah janji Allah. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu ingat.” (QS Al-An’am : 152)
Dalam ayat di atas di jelaskan bahwa prinsip ekonomi dalam islam haruslah menyempurnakan takaran dan timbangan. Artinya, dalam proses ekonomi harus ada alat ukur dan standart sehingga proses ekonomi bisa dilakukan dengan seimbang.
Misalnya saja ketika orang akan membeli buah maka harus ada timbangan yang nanti mengukur berapa buah yang didapatkan dan berapa harga yang harus dibayarkan sesuai nilai buah tersebut. Atau jika ada orang yang ingin menukar mata uang, maka harus ada kurs yang disepakati terlebih dahulu dan adil kedua belah pihak.
- Sama-Sama Menguntungkan
Ekonomi islam mengedepankan prinsip sama-sama menguntungkan. Di dalam transaksi ekonomi, tidak bisa ada yang saling merugi atau rugi salah satunya. Untuk itu, transaksi ekonomi dalam islam diatur agar ada kesepakatan atau akad terlebih dahulu, agar satu sama lain tidak ada yang merasa dirugikan setelahnya.
Jangan sampai ada transaksi yang baru disadari merugikan setelah melihat barangnya, setelah digunakan, atau merasa dizalimi setelahnya. Itulah pentingnya akad jual beli, memilih barang, dan menyepakati harga terlebih dahulu. Untuk itu, islam mengaturnya agar manusia bertransaksi sama-sama menguntungkan.
3. Transparansi atau Keterbukaan
Prinsip yang juga harus dipahami oleh umat islam dalam hal ekonomi adalah trnasparansi dan keterebukaan. Ketika melakukan jual beli misalnya, maka hendaklah terbuka mengenai kondisi barang atau hal yang diperjual belikan. Terangkanlah mengenai baik dan cacatnya dan jangan menutup-nutupi kondisi yang ada.
Efek dari ketidakterbukaan itu tentu membuat yang rugi adalah diri kita sendiri. tentunya ketidak jujuran membuat orang enggan untuk bisa kembali bertransaksi dengan kita. Untuk itulah yang dinamakan ketidakberkahan dalam ekonomi.
Itulah prinsip-prinisp dan karakteristik ekonomi islam. Tentunya prinsip ekonomi islam berbeda dengan prinisp yang cenderung pada kapitalisme, pembebasan modal, yang cenderung tidak memihak kepada rakyat kecil. Untuk itu, ekonomi islam haruslah dijaga dan ditegakkan. Karena dampak ekonomi islam bukan hanya satu pihak melainkan seluruh ummat, rahmatan lil alamin.
Beruntungnya kita sebagai manusia yang menegakkan aturan rukun islam, dasar hukum islam, fungsi iman kepada Allah SWT, sumber syariat islam, dan rukun iman. Karena di dalamnya mengandung keadilan, keseimbangan, dan jalan yang mensejahterakan bagi ummat islam .
Jangan lupa coment and share🙏🙏🙏
# KKL- DR 2020 IAIN PSP
Dpl: Mariam Nasution M. Pd
Tidak ada komentar:
Posting Komentar