Rumit memang, jika membicarakan dinamika ekonomi di dunia. Kita tahu bahwa ada satu sistem yang menarik dan solutif dalam mengatasi problematik ekonomi yaitu ekonomi islam. Menurut Yusuf Al-Qardhawi bahwa ekonomi islam itu adalah ekonomi berasaskan ketuhanan, berwawasan kemanusiaan, berakhlaq dan ekonomi pertengahan. Dari pengertian yang diberikan Yusuf Al-Qardhawi tersebut, maka muncul empat nilai-nilai utama yang terdapat dalam ekonomi islam sehingga menjadi karakteristik ekonomi islam, diantaranya:
- Iqtishad Rabbani (Ekonomi Ketuhanan)
- Ekonomi Islam merupakan Ekonomi Ilahiyah, dimana titik awal atau sumber ekonomi islam sendiri berasal dari Allah SWT, kemudian juga ditujukan untuk Dia semata-mata dalam rangka menggapai ridho-Nya. Semua aktifitas ekonomi ketika dilakukan dengan berdasarkan nilai-nilai islam dan diniatkan ikhlas maka akan bernilai sebuah ibadah. Tentunya sejalan dengan prinsip diciptkannya manusia di muka bumi, yakni sebagai Hamba Allah untuk beribadah kepada-Nya
- Iqtishad Akhlaqi (Ekonomi Akhlaq)
- Akhlaq merupakan nilai-nilai yang elok dalam diri seseorang berupa perilaku. Yang membedakan ekonomi islam dengan ekonomi lain yaitu dalam penyertaan akhlaq dalam berekonomi. Layaknya sebuah ilmu pastilah tak bisa dilepaskan dengan unsur akhlaq. Akhlaq adalah urat nadi kehidupan.
- Iqtishad Insani (Ekonomi Kerakyatan)
- Manusia dalam sistem ekonomi islam adalah sebagai tujuan sekaligus sebgai sasaran, sejalan dengan tujuan penciptaan manusia sebagai Khalifah (Qs. Al-Baqaraha:30). Untuk itu manusia dianjurkan untuk bekerja dan berinovasi dengan sungguh-sungguh. Dengan begitu maka akan tercipta bahwa manusia adalah tujuan kegiatan ekonomi sekaligus sebagai pelaku ekonomi.
- Iqtishad Wasathi (Ekonomi Pertengahan)
- Karakterisitik ekonomi islam adalah sikap pertengahan, seimbang (tawazun) antara dua kutub (aspek duniawi dan ukhrawi) yang berlawanan dan bertentangan. Bahwa artinya kita harus adil dan seimbang dalam berkehidupan baik ibadah maupun muamalah. Dalam sistem islam, bahwa individualisme dan sosialime bertemu dalam bentuk pertemuan yang harmonis. Dimana kebebasan individu seimbang dengan kebebasan masyarakat. Bahkna menurut Yusuf Al-Qardhawi nilai pertengahan atau keseimbangan merupakan ruh atau jiwa dalam ekonomi islam.
Dengan karakteristik yang sedemikian rupa, ekonomi islam dinilai sebagai sebuah sistem yang seimbang dan mengedepankan keadilan bagi para pelakunya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar