Setiap ibadah yang diperintahkan Allah tentunya bertujuan untuk meningkatkan hubungan vertikal dan horizontal secara seimbang. Hubungan vertikal yaitu hubungan ubudiyah kita kepada Allah (Hablumminallah), sedangkan hubungan horizontal adalah hubungan muamalah kita kepada sesama muslim dan makhluk Allah lainnya (Hablumminannas).
Bahkan, salah satu karakteristik utama masyarakat Islam di masa Rasulullah SAW adalah adanya iman dan taqwa yang kuat kepada Allah SWT, itu sejalan dan berbanding lurus dengan terciptanya ukhuwah Islamiyah dengan sesama muslim sehingga lahirnya persatuan umat Islam yang kuat.
"Karakteristik utama masyarakat Islam di masa Rasulullah SAW itu adalah semakin kuat iman dan taqwanya kepada Allah dengan ibadahnya, maka akan semakin baik terjaga ukhuwah Islamiyah dengan sesama muslim. Justru ibadahnya seseorang muslim itu bermasalah, jika dia itu tidak baik hubungannya dengan sesama muslim lainnya," ungkap Ustaz Gamal Akhyar.
Dalam pelaksanaan ibadah shalat misalnya, yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam yang mendoakan seluruh makhluk yang ada di bumi ini. Artinya dalam bacaan shalat pun ada hubungan antara Allah dan sesama manusia.
buah dari ketaqwaan kepada Allah dalam bentuk hablumminannas itu diungkapkan dalam Alquran antara lain dalam Surat Ali Imran ayat 133-134
Artinya, "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan"
"Salah satu ciri orang bertaqwa adalah bisa menahan marah dan mudah memaafkan kesalahan orang lain. Kita mungkin sering menemui orang lain yang kerap menyakiti dan menzalimi kita, bahkan apabila dia datang seolah sangat menyebalkan. Dimata kita semua perilakunya dan perkataannya adalah menyebalkan. Ketika kita pernah mengalami hal itu adalah indikasi bahwa kita sulit memaafkan orang lain. Padahal bagi orang bertaqwa itu, kesalahan kepada kita itu harus dibalas dengan senyum gampang memaafkan, jangan sampai menyimpan dendam berlarut,"
Artinya, "Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabb-mu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebaikan"
"Salah satu ciri orang bertaqwa adalah bisa menahan marah dan mudah memaafkan kesalahan orang lain. Kita mungkin sering menemui orang lain yang kerap menyakiti dan menzalimi kita, bahkan apabila dia datang seolah sangat menyebalkan. Dimata kita semua perilakunya dan perkataannya adalah menyebalkan. Ketika kita pernah mengalami hal itu adalah indikasi bahwa kita sulit memaafkan orang lain. Padahal bagi orang bertaqwa itu, kesalahan kepada kita itu harus dibalas dengan senyum gampang memaafkan, jangan sampai menyimpan dendam berlarut,"
Untuk itu marilah kita menjalin ukhwah islamiayah yang kokoh.
#KKL-DR IAIN Padangsidimpuan
#kkl-dr 2020
DPL: Mariam Nasution M. Pd
Jangn lupa coment and share ya teman"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar