KHALID NUSARDI/1740200082/Ekonomi Syariah
Moderasi beragama, berasal dari dua kata
yaitu moderasi dan beragama. Dilansir dari Suara patani.com pada judul “Islam
Yang Wasathaniyyah Adalah Solusi” kata moderasi berasal dari kata latin “Moderatio”
yang artinya “Kesedangan” yang artinya “Tidak Kelebihan Dan Tidak
Kekurangan”, Kata itu juga berarti penguasaan diri (dari sikap sangat kelebihan
dan kekurangan). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) menyediakan dua
pengertian kata moderasi, yakni:
1. n pengurangan kekerasan, dan
2. n penghindaran keekstreman.
Jika dikatakan, “orang itu bersikap
moderat”, kalimat itu berarti bahwa orang itu bersikap wajar, biasa-biasa
saja, dan tidak ekstrem. Sedangkan kata beragama berasal dari kata “agama” yang
ditambah imbuhan “ber” ,enjadi “beragama” yang artinya “Orang-Orang Yang
Memiliki Agama”
Dalam bahasa Inggris, kata moderation
sering digunakan dalam pengertian average (rata-rata) sebagai mana
dalam sebuah forum “Moderator” adalah sebuah istilah untuk orang yang menjadi
penengah dalam sebuah acara diskusi atau perdebatan, Moderator ialah orang yang
Netral yang tidak berpihak pada sisi manapun dalam diskusi, tugasnya ialah
mencari jalan tengah dari jalannya diskusi, kata Moderasi dalam bahasa
inggris Moderation sering disinonimkan dengan ; core (inti), standard (baku),
atau non-aligned (tidak berpihak). Secara umum, moderat berarti
mengedepankan keseimbangan dalam hal keyakinan, moral, dan watak, baik ketika
memperlakukan orang lain sebagai individu, maupun ketika berhadapan dengan
institusi negara. (suara patani.com : 2019)
Dari tulisan di atas dapat kita simpulkan
bahwa Moderasi Beragama artinya orang yang menganut agama dengan faham yang
netral atau tdak berpihak pada faham apapun. Orang berfaham islam moderat
berlawanan dengan orang yang berfaham islam radikal, atau ekstrimisme, karena
berfaham moderat artinya adalah mengikuti faham kebiasaan orang-orang pada
umumnya. Artinya, moderasi beragama merupakan orang orang yang mengikuti faham
agama tanpa terikat pada suatu faham di luar faham agama yang independen. Sebagaimana
yang telah di tulis diatas orang yang menganut suatu faham di luar faham
ke-Netralan seperti radikalisme, atau ektrimisme tidak tergolong dalam moderat.
Namun perlu kita ketahui istilah ekstrimisme dan radikalisme berlaku pada semua
umat beragama, karena walaupun dalam konteks umat beragama sejatinya
ekstrimisme dan radikalisme tidak terdapat pada ajaran atau tuntunan agama
tertentu, akan tetapi ektrimisme dan radikalisme terdapat pada pola fikir orang
dalam agama tertentu tersebut. Menurut saya ektrimisme dan radikalisme yang
mejadi lawan dari moderat lebih tepat disebutkan sebagai metode berfikir,
sehingga metode berfikir yang demikian inilah yang melahirkan pola fikir yang
radikalisme dan ekstrimisme. Jadi sangat
Salah bagi orang-orang yang beranggapan
bahwa eksrtimisme dan radikalisme hanya cocok disandingkan ataudikaitkan hanya
pada agama tertentu.
Moderasi beragama saat ini di Indonesia sedang ramai
diperbincangkan bahkan sampai digalangkan sebagai solusi atas masalah yang
terdapat pada toleransi umat beragama. Munculnya spekulasi “Islamophobia” di
dunia dan Spekulasi “islam Radikal-Radikul” di Indoesia seolah-olah menjadi
momok atau memunculkan ketakutan tertentu pada kalangan masyarakat tertentu. Sehingga
ada pihak-pihak yang memanfaatkan spekulasi ini untuk menjatuhkan agama islam
atau mengkambingkan hitamkan, bahkan seolah-olah menjadikan agama islam ini
adalah agama yang berbahaya, padahal pihak-pihak tersebutlah para ekstrimis dan
radikalis yang sesungguhnya. Rasulullah saw membawa Islam hadir dunia ini sebagai
rahmat bagi sebagian alam; sebagaimana firman Allah swt dalam surah al anbiya
ayat 107:
وَمَآ
أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ
Artinya: Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan
untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.
Sebagaimana
dalam tafsir makna dari surah al-anbiya ayat 107 ini adalah “Dan Kami tidaklah mengutus engkau -wahai
Muhammad- melainkan sebagai rahmat bagi semua makhluk, disebabkan mulianya
sifatmu berupa rasa komitmen dan tekad untuk memberikan hidayah pada manusia
dan menyelamatkan mereka dari azab Allah”.
Islam
juga adalah agama yang mengajarkan Toleransi hal ini dibuktikan dalam firman
Allah swt surah al-kafirun ayat 6:
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِىَ
دِينِ
Artinya: Untukmu
Agamamu dan Untukku Agamaku
Sebagaimana dalam
tafsir surah Al-Kafirun ayat 6 ini adalah: “Bagi kalian agama kalian yang telah kalian
buat untuk diri kalian sendiri dan bagiku agamaku yang diturunkan Allah kepadaku”

Mantap
BalasHapus🖒🖒🖒
BalasHapusJazakallahu
BalasHapus